Kedokteran USU Tolak Siswa Asal Labuhanbatu?

RANTAU PRAPAT | Sejumlah warga Labuhanbatu kecewa dengan anjloknya Indeks Prestasi (IP) salahseorang mahasiswi asal Labuhanbatu yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).

Akibat rendahnya prestasi dan kemampuan mahasiswi tersebut, menimbulkan isu jika anak-anak dari Labuhanbatu tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi ternama di Sumut itu melalui jalur undangan.

Informasi inipun berkembang di media sosial dan laman internet. Tentu saja, kekecewaan itu semakin memuncak karena salahseorang mahasiswi tersebut dikabarkan merupakan anak seorang pejabat di Labuhanbatu.

Baca juga:  Polres Langkat Gagalkan Pengiriman 20 Kg Ganja, Seorang Tersangka Berhasil Diringkus

Salahsatu akun facebook yang bernama Edi Mrando melansir dan menjadi pembahasan menarik di grup Anak Asli Labuhanbatu (ASAL).

Di statusnya, Edi Mrando menulis tentang: “Kisah malang seorang anak bercita-cita sebagai seorang dokter, tapi orang tuanya tidak mampu dari Jalur Mandiri dikarenakan ulah anak seorang Pejabat di Labuhanbatu, akhirnya USU tidak menerima siswa SMA dari Labuhanbatu untuk Fakultas Kedokteran dari Jalur Undangan.

Baca juga:  DPRD Sumut Sebut 27 Ranperda Karo Tahun 2018

Isu itu menjadi perhatian masyarakat luas. Sejumlah warga akhirnya menjadikan wacana itu menjadi topik pembahasan. bahkan, di sejumlah warung-warung kopi.  “Iya, kabar itu menjadi buah bibir di Rantauprapat,” ungkap Amril S, Selasa (5/8/2014).

Pihak SMA 3 Rantauprapat sebagai sekolah asal mahasiswi tersebut cepat-cepat membantah isu itu. “Tidak benar itu. hanya isu,” ungkap Maramuda Tambunan, Kepala Sekolah SMA 3 Rantauprapat ketika ditemui di ruang kerjanya.

Baca juga:  Wasekjen PKB Bantah Adanya Pertemuan Muhaimin dengan Prabowo

Ditambahkannya, pihaknya samasekali belum menerima surat mengenai hal itu dari pihak manapun. “Tidak ada,” bebernya.

Kata Maramuda, pihaknya untuk tahun ajaran 2012-2013 memang berhasil mengirimkan sejumlah siswa/i untuk melanjutkan pendidikan di pelbagai Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan. Bahkan, kata dia, jumlahnya lebih tinggi jika dibanding pada tahun ajaran 2013-2014. [jar|ray]

Komentar Facebook