Pemkab Labusel Belum Publikasikan Nama Perkebunan Melebihi HGU

labusel-logoLABUSEL | Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) belum mempublikasikan sejumlah nama perkebunan yang memiliki kelebihan hak guna usaha (HGU) di daerah itu. Padahal, sejak tahun 2011 lalu, Bupati Labusel sejak awal berniat mengeluarkan kebijakan mengukur ulang lahan HGU.

Sekretaris DPC Taruna Merah Putih Labusel Nanang Harahap, Senin (1/9) menuturkan, menayangkan atas sikap Pemkab Labusel hingga kini belum mengetahui nama-nama perusahaan perkebunan yang memiliki kelebihan hak HGU.

Apalagi, Pemkab Labusel telah membuat tim yang terdiri dari Disnaker, Dishutbun, BLH dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu untuk melakukan pengukuran ulang HGU perkebunan tersebut.

Baca juga:  Polisi Kejar Pelaku Penembakan

Karena itu, masyarakat sangat menantikan kebijakkan Bupati dapat segera terwujud. Sebab dalam persoalan pengukuran ulang HGU tentu dapat membawa positif kepada masyarakat Labusel.

Seperti halnya, dalam meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak bumi dan bangunan (PBB) Perkebunan, Pertambangan dan Kehutanan (P3) serta menyelesaikan persoalan kasus hukum persengketaan tanah. “Kebijakkan bupati Labusel sangat disayangkan kalau tidak diwujudkan dalam pengukuran ulang HGU perkebunan. Padahal ditanggapi positif masyarakat Labusel karena sudah sempat dikonsumsi publik,” sebut Nanang.

Baca juga:  Tak Hadir UNBK, 77 Siswa di Padang Lawas di-Drop Out

Seharusnya memasuki tahun ke empat masa jabatan bupati Labusel, tim pengukur ulang HGU perkebunan sudah menyelesaikan persoalan HGU serta telah menerima nama-nama perusahaan perkebunan yang melebihi HGU sehingga dapat berkelanjutan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. “Labusel diperkirakan terdapat 21 perkebunan, tetapi kalau dilihat belum tentu HGU perkebunan sesuai seperti di lapangan, jika diwujudkan tentu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Labusel,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Labusel Rosihan Noor, ketika dikonfirmasi mengatakan, dalam pengukuran ulang HGU perkebunan memang Pemkab sudah melaksanakannya bahkan dalam pelaksanaan dimulai sejak bulan puasa kemarin.

Baca juga:  Pilgubsu 2018, Edy Rahmayadi Didukung Warga Desa Budaya Bawomataluo

Namun berapa jumlah serta nama-nama perkebunan yang melebihi HGUnya belum ada. Karena masih tahapan dalam pendataan yang baru dilakukan oleh tim. “Belum ada perusahaan perkebunan yang melebihi HGU saat ini, karena masih menunggu laporan dari tim, jadi kita masih mendata untuk dimasukkan kedalam data base,” tandasnya. [mhr/jar]

Komentar Facebook