Pengamat: Soal Orang Muda di Pilkada Medan, Parpol Harus Jemput Bola

MEDAN| Pengamat politik Shohibul Anshor Siregar menilai, meski sudah muncul banyak nama yang meramaikan bursa Pilkada Medan, sejauh ini menurutnya belum muncul solidarity maker (figur pemersatu) yang bisa diandalkan.

Ia contohkan simpul politik Islam misalnya. “Tidak akan bisa Muhammadiyah memenangkan calonnya sendiri, begitu juga NU, Al-Washliyah. Makanya perlu sosok pemersatu, itu yang belum muncul,” katanya seperti dilansir MedanBisnis.

Karena itu, kata dia, perlu ada komunikasi politik yang intens dilakukan partai politik (parpol) khususnya kepada masyarakat untuk menjaring masukan-masukan.

Baca juga:  Agus Rahardjo: Saksi dalam Pemilu Lebih Baik Dibiayai Negara

“Belum ada komunikasi politik yang lancar dari parpol, sehingga muncul mutual understanding antara mereka dan masyarakat, dan juga pentingnya evaluasi diri oleh parpol,” ungkapnya.

Evaluasi yang dimaksudkannya adalah evaluasi diri parpol terhadap pola-pola kepemimpinan yang belum memberikan manfaat kepada masyarakat secara menyeluruh.

Baca juga:  JR Saragih Terancam 6 Tahun Penjara

“Evaluasi dirilah parpol, sehingga masyarakat merasa terwakili. Ubahlah dari kampanye sekali lima tahun menjadi advokasi rakyat selama lima tahun,” tandasnya. [ray]

Komentar Facebook