Polisi Tangkap 13 Tersangka yang Larikan Uang Bank Rp 5,2 M

MEDAN-Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan mengamankan 13 tersangka yang melarikan uang Rp 5,2 miliar dari mobil milik perusahaan keamanan PT Sarana Swadaya Informatika (SSI). Salah seorang di antaranya merupakan anggota Polri.

Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta menyatakan, para tersangka diamankan dalam beberapa kesempatan berbeda di Sumatera Utara (Sumut) dan Riau. Berhasil diamankan uang sekitar Rp 2,4 miliar, beberapa gram emas, satu senjata api serbu organik Polri, mobil Daihatsu Luxio, dan beberapa bukti lainnya.

“Ada tiga belas orang yang diamankan, namun salah satunya di bawah umur jadi kita wajib laporkan, namun dua belas lainnya kita tahan,” kata Nico Afinta saat paparan kasus di Polresta Medan, Jalan HM Said, Senin (8/9/2014).

Baca juga:  Baby Sitter Tersangka Pembunuh Bayi Majikannya Ditangkap

Kasus pencurian mobil Daihatsu Luxio yang membawa uang untuk mengisi ATM beberapa bank itu itu terjadi Minggu (31/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Mobil itu sudah diikuti tersangka dengan kendaraan Toyota Avanza sejak dari kantor perusahaan PT SSI di Jalan Selamat, kemudian mengisi ATM di Indo Grosir, Amplas, ATM di Maju Bersama Marindal, ATM di Ramayana Teladan hingga ke Plaza Medan Fair di Jalan Gatot Subroto. Mobil Avanza itu dikemudikan Arda Agung (25), pegawai PT SSI.

Saat mobil Luxio ditinggalkan pegawai PT SSI di parkiran untuk mengisi ATM BRI di Plaza Medan Fair itu, tiga tersangka yakni Hery Shaputra (26) bersama Riki dan Dani mencuri mobil itu dengan menggunakan kunci duplikat yang telah disiapkan Arda. Seterusnya mobil yang berisi uang Rp 5,2 miliar dibawa kabur.

Baca juga:  Nasdem Sumut Mulai Verifikasi Berkas Calon Kepala Daerah

Mobil Luxio ditinggalkan setelah isinya dipindahkan ke Avanza. Seterusnya uang itu kemudian dibagi-bagi dengan jumlah bervariasi. Termasuk yang mendapat bagian Mudrawaty Budhiantari (32) perempuan warga Medan Helvetia yang berprofesi sebagai dukun.

Dia mendapat Rp 500 juta untuk perannya memberikan penangkal berupa keris dan sebotol air putih, agar para tersangka tidak ditangkap polisi. Uang bagiannya kemudian dibelikan emas.

Baca juga:  Ratusan PKL Adukan Arogansi Satpol PP ke Polresta Medan

Senjata api laras panjang yang diamankan itu merupakan organik Polri yang dipergunakan Brigadir Satu Asullah Efendy Margolang (26), anggota Ditsabhara Polda Sumut. Keterlibatannya dalam kasus ini, yakni meminjamkan senjata serta seragam Polri untuk dipergunakan Hery Shaputra. Pakaian yang dipergunakan para tersangka kemudian dibakar tersangka Dedi (25).

Selain eksekutor pencurian, uang juga dibagikan kepada Zainuddin Pasaribu alias Izai dan GWS (17) pacar salah seorang tersangka yang dititipi uang Rp 520 juta. Selain itu ada tersangka Dimas Arisandi (20), Nofriandi (32), Sugito Panca Wibowo (28), Irfandi (40) dan Subhan Yurtubi Nasution. [ray]

Komentar Facebook