Polres Labuhanbatu Rahasiakan Pemanggilan PPK DCKTR

RANTAUPRAPAT | Salahseorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Labuhanbatu ‘terperiksa’ di Mapolres Labuhanbatu, Senin (8/9/2014).

Tapi, pihak Kepolisian terkesan merahasiakan kepentingan pemanggilan pegawai negri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Labuhanbatu itu. Meskipun sejumlah wartawan mengetahui keberadaan Ali Ridwan, PPK di DCKTR Labuhanbatu tersebut.

Di Mapolres Labuhanbatu tampak Ali Ridwan duduk terpaku berada di ruangan Unit Tipikor berhadapan dengan seorang penyidik. Karena bungkamnya pihak Polisi, alhasil belum diketahui dengan jelas pemanggilan itu.

Baca juga:  Bursa Wakil Presiden Mendampingi Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019

Sekretaris Dinas Cipta Karya Labuhanbatu Zulkarnaen, Selasa (9/9/2014) membenarkan salahseorang PPK di instansinya dipanggil Polisi. Tapi, dia mengaku tak mengetahui secara persis perihal pemanggilan tersebut. ”Saya tidak tahu persis perihal pemanggilan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Tipikor Polres Labuhanbatu Ipda Aman Ritonga kepada wartawan membenarkan keberadaan Ali Ridwan di ruangannya untuk dimintai klarifikasi. Tapi, dia menolak untuk memberikan penjelasan mengenai perihal klarifikasi yang dimaksud. Sehingga, menyarankan untuk konfirmasi ke Kasat Reskrim.

Baca juga:  Soal Rohingya, PAHAM Indonesia: Nobel Aung San Suu Kyi Harus Dicabut!

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Labuhanbatu AKP Hendra Eko Triyulianto tidak mengakui bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap PPK Dinas Cipta Karya Ali Ridwan.

Meski tidak belum didapat kepastian hubungan dengan pemanggilan PPK tersebut, tapi sekedar mengingatkan dalam dua pekan terakhir, sejumlah media intens menyoroti temuan pihak BPK Sumut terkait pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan DCKTR Labuhanbatu. Termasuk soal kelebihan bayar pekerjaan proyek. [jar]

Komentar Facebook