Sekarang Dzulmi Eldin Suka Becanda Ya….

MEDAN. Ada perubahan gaya komunikasi yang dilakukan Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Biasanya  terkesan kaku dan jaim saat tampil di acara-acara formal, belakangan ini lebih cair, suka melemparkan canda spontan.

Seperti yang terpantau saat grand launching Kartu Sumut Electronic Payment & Purchase (SEPP) diselenggarakan di Stasiun Kereta Api Railink, Jalan Pulau Pinang, Medan, Kamis (18/9/2014).

Hadir sebagai tamu undangan Bank Sumut dan PT Telkom Indonesia, Dzulmi Eldin hadir bersama sejumlah kepala daerah lainya, seperti Bupati Serdangbedagai, Sukirman, Plt Bupati Karo Terkelin Berahmana, Sekda Langkat Indra Salahuddin serta perwakilan kepala daerah lainnya dari Binjai dan Deliserdang.

Baca juga:  Pangdam dan Kapoldasu Diangkat Jadi Warga Kehormatan Melayu

Ketika memberikan kata sambutan, Eldin melemparkan canda yang membuat para tamu undangan lainnya bertepuk tangan dan tertawa.

“Bukannya saya mau tampil beda, tapi gak dikasih baju,” ujar Eldin yang disambut gelak tawa hadirin.

Yang dimaksud Eldin adalah, para tamu undangan yang hadir di acara itu umumnya mengenakan seragam kemeja hitam-hitam, termasuk Bupati Sergai Soekirman. Sementara Eldin sendiri mengenakan safari putih saat tampil di panggung.

Baca juga:  Rumah Zakat Buka Puasa Bersama 100 Tuna Netra

Selain itu, Eldin juga melempar canda kepada Kepala BPJS Kesehatan Divisi I Regional I Sumut-Aceh, dr Oni Jauhari. Saat itu nama Oni Jauhari tidak ada dalam daftar nama yang akan disebutkannya. Namun saat bersamaan dia melihat kehadiran Oni yang duduk di meja terpisah dari tamu undangan lainnya.

Baca juga:  Senat Akademik USU: Pemilihan Anggota MWA USU Sesuai Prosedur

“Wah ada Pak Oni, Kepala BPJS. Makanya Pak, jangan berondok (bersembunyi) biar bisa dilihat tamu undangan lainnya,” canda Eldin yang disambut gerrr undangan lainnya.

Perubahan gaya komunikasi Walikota Medan itu menarik perhatian sejumlah wartawan. “Jarang-jarang Eldin bercanda begini di depan publik. Berubah apa karena musim Pilkada Medan 2015,” celetuk seorang wartawan berspekulasi. [ded]

Komentar Facebook