Pesisir Penentu Kemajuan Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT| Daerah pesisir merupakan wilayah yang sangat menentukan kemajuan Labuhanbatu ke depan. Karenanya pembangunan daerah itu harus menjadi prioritas di bumi Ika Bina En Pabolo tersebut. Pernyataan itu dikatakan Dr Ir H Zainal Arifin Dalimunthe MM saat melakukan pertemuan dengan lembaga Labuhanbatu Center (Lacer) yang digelar di RM Lembur Kuring Rantauprapat, Senin (29/9/2014).

“Di era keterbukaan seperti AFTA 2015 mendatang, daerah pesisir Labuhanbatu yaitu Bilahhilir, Panaitengah dan Panaihilir merupakan zona yang sangat menentukan kemajuan kabupaten ini,” papar pria yang berasal dari Sigambal Rantauselatan itu.

Pengembangan kawasan pesisir seperti membangun pelabuhan dan dermaga akan mendorong perkembangan daerah. Apalagi pantai Labuhanbatu berhubungan langsung dengan Selat Malaka sehingga jika dikembangkan dengan baik, maka ekspor impor dapat dilakukan dari daerah itu.

Baca juga:  Sudirman Said-Ida Ingin Pecahkan Mitos jateng Sebagai Kandang Banteng

Apalagi menurutnya potensi Labuhanbatu sangat besar, terutama dari sector perkebunan. Namun sayangnya, pengembangan potensi itu tidak sampai ke industry hilir. Padahal dengan mengembangkan industry hilir, maka nilai ekonomi dan penghasilan yang diperoleh dapat lebih meningkat.

“Seperti yang saya lihat saat keliling-keliling, industry hilir potensi perkebunan Labuhanbatu belum dikelola dengan baik. Akibatnya, harga komoditi yang ada bisa dipermaikan pialang,” katanya seraya menyebutkan kekagumannya karena dari daerah pedesaan banyak masyarakat yang memiliki mobil mewah seperti Forturner dan Pajero Sport.

Baca juga:  AIESEC USU Wadah untuk Kembangkan Potensi Kepemimpinan

Disinggung tentang motivasinya untuk membangun Labuhanbatu dengan mencalonkan diri sebagai calon bupati, lulusan S1 elektro itu menyebutkan murni karena ingin membangun daerah. Untuk itu, ia sudah mempelajari potensi dan peluang yang dimiliki Labuhanbatu dengan mengacu pada SWOT analisis.

“Saya sudah membaca Labuhanbatu berdasarlkan statisik. Angka statistic ini bisa menjadi gambaran tentang peluang, ancaman, hambatan dan kekuatan yang dimiliki Labuhanbatu. Tapi untuk itu semua tentu harus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat,” paparnya.

Penyandang gelar S2 dan S3 itu juga menyatakan, langkah pertama yang ingin dikembangkan setelah dipercaya memimpin Labuhanbatu adalah dengan meningkatkan serta memberdayakan seluruh sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).

Baca juga:  Kelompok Disabilitas Indonesia Sumut Nyatakan Dukungan untuk Djoss

“Tanpa SDM yang handal, tentu program yang akan direncanakan tidak dapat berhasil maksimal,” kata pria yang merupakan dosen di sejumlah universitas swasta di Pulau Jawa itu,

Acara yang dipandu oleh Ketua Lacer Asbullah SAg dan Mawardi itu juga diisi dengan tanya jawab. Berbagai masukan dan sharing informasi bergulir dengan santai dalam acara yang dikemas ala ILC itu. [Sukardi]

Komentar Facebook