Alokasi Dana tak Tersedia, Labuhanbatu Terancam tak Mengirim Atlit ke Pordasu

LABUHANBATU | Kontingen atlet Labuhanbatu dikhawatirkan terancam tak mengikuti Pekan Olahraga Daerah Sumatera Utara (Poldasu) tahun 2014. Alhasil, akan gagal menorehkan prestasi. Alasannya, dana pembinaan dan biaya transportasi atlit sampai saat ini, belum diterima masing-masing pengurus cabang olahraga (cabor).

“Dana untuk pembinaan atlit belum kita terima,” ungkap Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Cabang Labuhanbatu, DR H Freddy Simangunsong, Selasa (7/10) di Rantauprapat.

Padahal, kata dia, para atlit sebanyak 135 orang dari 11 cabor, seharusnya sudah masuk jadwal training center (TC). Karena, Event Pordasu itu sendiri akan berlangsung pada tanggal 8 – 15 Nopember 2014 mendatang di Deli Serdang. “Harusnya para atlit itu sudah di TC kan,” tambahnya.

Dia mengaku tidak mengetahui kendala yang terjadi. Tapi, mantan Ketua Pertina Sumut ini menduga, lambannya penyaluran dana pembinaan atlit ke masing- masing cabor tersebut, sekaitan belum disahkannya PAPBD Labuhanbatu TA 2014.

Baca juga:  Nasdem Sumut Haramkan Mahar dalam Pilkada

Melihat kondisi tersebut, Freddy memprediksi prestasi olahraga Kabupaten Labuhanbatu bakal melorot. Karena, dengan lambannya pembinaan yang dilakukan akan mempengaruhi pada kesiapan para atlit.

Padahal, menurut mantan Ketua KNPI Labuhanbatu ini, solusi yang dapat ditempuh dengan melibatkan peranserta stakeholder. “Padahal bisa dilibatkan perusahaan yang ada di Labuhanbatu untuk berperan serta melakukan pembinaan olahraga,” urainya.

Menurut dia, pembinaan olahraga di Labuhanbatu jauh menurun ketika dipimpin Bupati Labuhanbatu TP Siregar dibanding pemerintahan sebelumnya. Selain Pemkab yang bersedia mengalokasikan dana pembinaan dan insentif bagi atlit yang berprestasi, peran serta swasta juga diikutsertakan. “Ya, sehingga atlit berprestasi dirangsang untuk termotivasi dengan diberikan hadiah sepedamotor dan wisata ke luar negeri,” ulasnya.

Baca juga:  Hari Pertama Kampanye, Djarot-Shihar Ziarah ke Makam Mantan Gubernur

Ironisnya, kata Freddy, pemerintahan sekarang justru mengkecewakan para atlit. Bagaimana tidak, Pemkab Labuhanbatu memang pada peringatan Haornas 2014 mengundang para anak Labuhanbatu yang berprestasi di bidang olahraga dan diberikan dana pembinaan.

Tapi, tambah Freddy, jumlah uang pembinaan justru mengkecewakan. Untuk atlit yang berprestasi juara I pada Porwil 2014 mendapat uang Rp500 ribu. Juara II mendapat Rp400 ribu dan Juara III Rp300 ribu. “Padahal para atlit tersebut kebanyakan sekarang berada di luar Labuhanbatu. Tentu, dana sebegitu justru tak memadai untuk biaya menghadiri undangan,” cecarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Budaya Pariwisata (Disporabudpar) Labuhanbatu, Sarimpunan ketika dikonfirmasi mengaku jika pembiayaan dana itu tergantung pada PAPBD. Dan, untuk itu, Disporabudpar bekerjasana dengan KONI Labuhanbatu sudah mengusulkan biaya TC dan dana pembinaan atlit untuk Pordasu itu ditampung dalam PAPBD. “Kita bersama KONI sudah mengusulkan dananya ke DPRD,” jelas Sarimpunan dari ponsel pribadinya.

Baca juga:  KPU Sumut Akan Segera Surati JR Saragih dan Bawaslu

Sementara untuk prediksi besaran dana yang dibutuhkan dalam pemberangkatan para atlit dan pembiayaan lainnya di bidang olahraga, menjadi kewenangan KONI setempat. Pemkab menurutnya hanya memfasilitasi. “Untuk hal besaran dana itu, KONI yang lebih mengetahui. Silahkan hubungi KONI,” tandasnya.

Sayangnya, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Labuhanbatu, Zainul Arifin Hasibuan gagal konfirmasi. Ponsel pribadinya ketika dihubungi sedang tidak aktif. [jar]

Komentar Facebook