Debat Kusir Kembali Terjadi Saat Pemilihan Pimpinan MPR

JAKARTA| Tidak hanya sidang paripurna pemilihan pimpinan Ketua DPR saja yang ricuh, paripurna pemilihan pimpinan MPR kembali ricuh.  Adu argumentasi berbuah kericuhan terjadi antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP).

Kericuhan bermula saat Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond Junaedi Mahesa meminta pemilihan pimpinan MPR diskors lantaran masih perlu dilakukan lobi terkait calon pimpinan dari unsur DPD.

Baca juga:  Bupati Bireuen Buka Pameran Pembanguan

Sementara KIH, meminta paripurna dilanjutkan asal dengan musyawarah mufakat.

Saat diberikan kesempatan untuk berbicara oleh pimpinan paripurna, Maimanah Umar, Desmon mengatakan, dalam calon pimpinan dari unsur DPD ini menandakan tidak adanya kekompakan. Dimana, DPD hanya mengajukan calon prioritas, yakni Oesman Sapta.

“DPD tidak kompak untuk satu, padahal sesuai dengan tata tertib bisa lebih dari satu,” ujar Desmond dalam paripurna pemilihan pimpinan MPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Baca juga:  Akademi Pariwisata Medan Ramaikan POM 2015

Kericuhan memuncak ketika Desmond meminta PDIP untuk bisa memegang omongannya.

“Sesuai dengan apa yang dikemukakan forum paripurna ini yang tertinggi mudah-mudahan PDIP bisa dipegang mulutnya,” imbuh Desmond.

Pernyataan Desmond justru membuat sejumlah anggota Fraksi PDIP naik pitam, tak jarang dari mereka menunjuk-nunjuk Desmond dan memintanya untuk menarik pernyataannya.

Baca juga:  JR Saragih Pastikan Mencoblos di Pilkada Sumut 2018

Disela-sela keributan itu, Puan Maharani juga nampak berdiri dan berusaha menenangkan anggota partainya yang kian ricuh. Sementara Desmond sendiri terlihat mengangkat tangannya.

Sementara, DPD juga selaras untuk meminta proses pemilihan tetap dilanjutkan karena sudah ada nama yang ditetapkan untuk mewakili pimpinan MPR dari unsur DPD. [ray]

Komentar Facebook