Sprindik Setya Novanto Tersangka PON Riau Beredar

JAKARTA| Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) KPK berisi tentang penetapan tersangka terhadap politisi Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR, Setya Novanto beredar luas di dunia maya.

Hal ini ditandai dengan foto sprindik Setya Novanto yang dikirim melalui email atasnama  bambang.sukoco23@gmail.com, pada Selasa (7/10/2014) pagi.

Dari surat elektronik tersebut terdapat  tiga foto sprindik. Foto pertama yang memperlihatkan surat secara utuh dan dua foto yang memperlihatkan bagian Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka. Namun dalam foto sprindik yang utuh ini tetap tidak terlihat kop surat yang menyatakan surat dikeluarkan KPK.

Baca juga:  Fahri Hamzah: Jangan Jadikan Pasal Penistaan Agama Pasal Karet

Foto sprindik juga mencantumkan nama empat orang penyidik KPK yang melakukan penyidikan kasus dalam sprindik ini yaitu Endang Tarsa, Bambang Sukoco, Heri Muryanto dan Salmah.

Sprindik itu menyatakan telah melakukan penyidikan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan proses perencanaan dan pelaksanaan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau.

Baca juga:  Ini Tiga Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Mantan Wakapolda Sumut

Kasus tersebut diduga dilakukan Setya Novanto selaku anggota DPR dan dijerat dengan pasal 12 huruf e atau huruf b atau pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sprindik ini ditandatangani salah satu pimpinan KPK, Bambang Widjojanto pada 15 September 2014.

Apakah ini sprindik asli atau palsu? Saat dikonfirmasikan, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto telah membantah bahwa KPK telah menerbitkan sprindik tersebut.

“Setahu saya KPK tidak pernah keluarkan sprindik seperti itu,” kata tokoh yang kerap disapa BW ini kepada Republika, Selasa (7/10/2014).

Baca juga:  Survei Polcomm: Jokowi Raih Suara Tertinggi Sebesar 49,08 Persen

Sprindik dalam kasus yang ditangani KPK dan beredar ke publik bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya juga ada sprindik atas nama Anas Urbaningrum yang saat itu masih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR.

Dalam sprindik itu, Anas menjadi tersangka dalam kasus penerimaan hadiah atau janji terkait proyek pembangunan SP3ON Hambalang. [int|ray]

Komentar Facebook