Satpol PP Sita Spanduk Tudingan Bupati Tigor Penipu Kelas Kakap

RANTAUPRAPAT | Warga kota Rantauprapat dihebohkan dengan terpajangnya spanduk yang diduga bertujuan mengkritik pribadi Bupati Labuhanbatu, Tigor Panusunan Siregar. Spanduk menghujat terpampang di gedung eks Bank SBU di kawasan Jalan Ahmad Yani dh jalan Kartini, Rantauprapat, Rabu pagi (22/10/2014).

Tapi, hanya bertahan beberapa jam,  spanduk dengan tulisan “Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPd Penipu kelas kakap alias pembongak” itu selanjutnya disita paksa oleh dua puluhan petugas Satpol PP Pemkab Labuhanbatu yang disinyalir atas perintah para pejabat teras di jajaran pemerintahan itu.

Baca juga:  KPU Bakal Buat Aturan Larangan Pencalonan Mantan Napi Korupsi di Pileg 2019

Meski demikian, puluhan warga yang melintas ditengarai banyak yang sempat mengabadikan keberadaan spanduk yang panjangnya sekira 5 meteran dengan posisi ketinggian belasan meter itu. Tak ayal poto spanduk itu ramai mewarnai jagad dunia maya facebook.

DR H Freddy Simangunsong MBA, salahseorang tokoh olahraga di Labuhanbatu mengaku bertanggung jawab penuh dalam aksi pemasangan spanduk hujatan ke pihak Bupati Tigor itu. Freddy mengakui pemasangan spanduk dilakukan sebagai bentuk keprihatinannya sebagai warga Labuhanbatu terhadap sikap Bupati di daerah itu.

Baca juga:  Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara Menurun

Bahkan, dia mengancam akan melakukan hal serupa hingga spanduk terpampang ke seluruh Kecamatan dan perdesaan di Labuhanbatu. “Ya, saya bertanggung jawab atas tulisan dan bukti di spanduk tersebut yang ditujukan kepada Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar, bahkan saya akan pasang lagi ke seluruh Kecamatan dan Perdesaan yang ada di Labuhanbatu” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Rantauprapat.

Secara detail mantan Ketua Pertina Sumut ini mengungkapkan,kritikan terhadap Bupati Tigor itu juga tentang pernyataan PON 2015, padahal PON akan dilaksanakan di tahun 2016. Statement Bupati itu dirilis website Pemkab Labuhanbatu. Selain itu, ujar Freddy, tentang adanya seorang mantan Hakim yang bertugas di PN Rantauparapat berinitial DH yang bermain dan me-monopoli proyek di Labuhanbatu.

Baca juga:  KPU Sumut Lakukan Sosialisasi Dapil ke Parpol Peserta Pemilu 2019

Menurut dia, segala sesuatu tudingan dan bukti, dirinya siap mempertanggung jawabkan. “Contoh, Bupati Labuhanbatu memang besar kombur tentang kejadian rumah warga yang tertimpa longsoran tembok hingga meninggal dunia hanya mengucapkan belasungkawa, seharusnya lebih diperhatikan” ujar Freddy. [jar]

Komentar Facebook