Lepas Tanggungjawab, Korban Pengeroyokan Suporter Polisikan Panitia Turnamen

RANTAUPRAPAT | Pihak keluarga Hariadi (26), pemain sepakbola yang menjadi korban pengeroyokan ratusan suporter melaporkan panitia turnamen Jamil Hamzah Cup III 2014 ke Mapolsek Bilah Hilir. Laporan itu dilakukan lantaran keluarga korban kesal dengan panitia turnamen yang seakan lepas tanggungjawab atas kerusuhan yang terjadi saat tim kesebelasan Benteng Agung bertanding melawan Persekab di lapangan Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Sabtu (18/10/2014) lalu.

“Ya, laporan itu kita buat Senin (20/10/2014) kemarin, korban yang dalam keadaan luka-luka juga sudah dimintai keterangannya di Polsek Bilah Hilir,” ujar Fauzan (31) abang sepupu korban kepada wartawan, Jumat (24/10/2014).

Dikatakannya, laporan itu semula urung mereka lakukan lantaran masih berharap pihak panitia mau bertanggungjawab atas aksi pengeroyokan yang dilakukan ratusan suporter itu. “Ya minimal bertanggungjawab atas perobatan korban sampai sembuh, itu sajapun yang kita harapkan,” ungkapnya.

Baca juga:  Peringati Hardiknas, Ijeck Ingin Wujudkan Pendidikan yang Merata

Namun kata Fauzan, para petinggi panitia turnamen yang ditemuinya  malah saling lempar tanggungjawab. Bahkan terkesan mengandalkan Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar yang disebut-sebut sebagai sponsor dalam kegiatan turnamen itu.

“Ya, saya yang langsung jumpai Hamdan selaku ketua panitia dan Jamil selaku ketua pelaksana. Tapi mereka malah saling lempar tanggungjawab. Bahkan mereka bilang, kalau mereka hanya kaki tangan Bupati yang diperintahkan melaksanakan kegiatan itu, karena semua hadiah dalam turnamen itu dari Bupati. Jadi katanya, mereka hanya bertugas melaksanakan kegiatan, di luar itu mereka tidak tahu menahu,” jelasnya.

Kesal dengan jawaban panitia pelaksana turnamen itu, Fauzan dan keluarga korban pun akhirnya membuat laporan ke polisi. “Karena kita menilai panitia pelaksana turnamen itulah yang seharusnya bertanggungjawab atas kerusuhan yang terjadi, sebab aksi pengeroyokan itu tak akan terjadi jika panitia menyiagakan petugas keamanan di lokasi kejadian,” ucapnya.

Baca juga:  PROFIL| Mahasiswi Tunanetra FISIP USU Dapat Beasiswa Kuliah di Amerika

Fauzan pun berharap pihak Polsek Bilah Hilir dapat serius menangani laporan mereka itu sesuai prosedur yang berlaku. “Jika tidak, kita akan buat laporan kembali ke Polres, bahkan ke Polda sekalian,” tandasnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir Ipda J Ginting yang dikonfirmasi, Jumat (24/10/2014) membenarkana adanya laporan korban pengeroyokan suporter sepakbola itu. Namun katanya, pihaknya masih fokus menyelidiki para pelaku pengeroyokan. “Jadi panitianya masih saksi-saksi dulu,” ujarnya melalui seluluer.

Seperti diberitakan, turnamen Jamil Hamzah Cup III 2014 yang digelar di lapangan Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu berlangsung ricuh, Sabtu (18/10/2014) sore.  Akibatnya, seorang pemain dari tim kesebelasan Benteng Agung babak belur dipukuli ratusan suporter yang mengamuk lantaran tak terima tim kesebelasannya kalah.

Baca juga:  Golkar Labuhanbatu Bikin Malu Ketua Golkar Sumut

Kekisruhan itu terjadi saat tim kesebelasan Benteng Agung Desa Sei Tarolat bertanding dalam babak penyisihan melawan tuan rumah tim kesebelasan Persatuan Sepakbola Desa Kampung Baru (Persekab).

Pada babak pertama pertandingan, tim kesebelasan Benteng Agung mampu mengalahkan tim kesebelasan Persekab dengan skor 2-1. Hingga pada babak kedua, tim kesebelasan Benteng Agung tetap memimpin pertandingan dengan skor 3-2.

Diduga atas dasar kekalahan itulah, tepatnya pada menit-menit akhir pertandingan, ratusan suporter tim kesebelasan Persekab tiba-tiba masuk ke dalam lapangan dan mengeroyok Hariadi, salah seorang pemain dari tim Benteng Agung. [nik/jar]

Komentar Facebook