Kisah Petugas Pemantau Api Mencegah Kebakaran Hutan di Tobasa

Petugas pemantau api sedang melaksanakan Pemantauan diatas menara pantau
Petugas pemantau api sedang melaksanakan Pemantauan di atas menara pantau

HABINSARAN| Menara pemantau di Habinsaran, Kabupaten Tobasamosir, berhasil melakukan deteksi dini terhadap 20 kebakaran sejak Agustus 2013. Hasil pemantauan dari menara sangat membantu proses pemadaman.

Ini disampaikanJohnfridol Gultom, Executive Fire Safety Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulb Lestari Tbk (PT TPL) sektor Habinsaran dalam siaran persnya kepada EdisiMedan.Com, Rabu (30/10/2014).

“Karena api yang terdeteksi sedari  kecil, baik di dalam maupun di luar areal HTI, masih relatif mudah dipadamkan, sehingga terbebas dari kerja-berat serta kemungkinan kerugian besar. Sejauh ini terdeteksi 20 kebakaran dan semuanya dapat dipadamkan dalam waktu singkat,” tulis Gultom.

Baca juga:  Perayaan HUT RI ke 69, Kota Rantauprapat Dihiasi Sampah

Bangunan menara pantau di konsesi HTI di Habinsaran, Tobasa, terbuat dari kayu ekaliptus. Tinggi menara berkaki 4 itu mencapai 10 meter, ditempatkan di lokasi paling tinggi, 1400 m dpl (diatas permukaan laut) di loaksi Dolok Simenak. Dalam keadaan udara bersih, dari menara bisa diteropong kawasan sejauh 5 km, sehingga bila ada kebakaran dapat dideteksi secara dini.

Pemantauan dilakukan oleh dua personel secara bergantian mulai pukul 09:00 hingga 17:00 WIB. Saat rawan kebakaran ialah pada musim kemarau, dan angin pegunungan yang biasa berhembus relatif kencang sepanjang hari, sering menjadi faktor api kebakaran cepat meluas.

Baca juga:  KPU Sumut: Paslon Diharapkan Turut Mengedukasi Masyarakat Saat Kampanye

Ketika mengidentifikasi titik api yang nyata, para pemantau melaporkannya kepada tim gerak cepat yang selalu standby di base camp dengan cara memberitahu arah lokasi terdeteksi.

Berdasarkan laporan itu tim bersegera menuju titik bakar untuk melakukan pemadaman. Dalam hal wujud kebakaran masih berupa asap, belum nyata, para pemantau menghubungi personel lapangan terdekat dengan lokasi terdeteksi melalui alat komunikasi HT (handy talky) untuk memastikan keberadaan api.

Catatan hasil pemantauan, plus tindakan pemadaman juga dilaporkan setiap bulan ke instansi kehutanan.

Di setiap sektor HTI, TobaPulp menyiapkan alat-alat pemadam kebakaran seperti mobile fire truck, mark-3 (Mesin penyemprot api), mini striker (Mesin penyemprot api), back pack pump (Ransel pemadam api) dan Pulaski (pemukul api), dioperasikan oleh tenaga-tenaga terlatih yang keterampilannya “diasah” secara periodik.

Baca juga:  Proyek Betonisasi Jalan di Labusel Dimulai

Secara tetap, patroli darat untuk memantau kebakaran serta gangguan keamanan hutan, juga di jalankan.
Dalam catatan, tim gerak-cepat pengendali kebakaran hutan TobaPulp juga jamak ikut berjibaku membantu pemadaman kebakaran hutan di luar konsesi, termasuk yang terjadi di perkampungan. [reza]

Komentar Facebook