Anggrek Toba Sedot Perhatian Pengunjung Kontes Tanaman Hias

MEDAN| Pernahkah Anda mengetahui jenis Anggrek Toba Ense? Dari namanya, sudah diketahui jika jenis anggrek yang satu ini tidak akan dijumpai di daerah lainnya karena hanya terdapat di kawasan Danau Toba.

Karena keberadaannya yang hanya terdapat di kawasan Toba, sudah dipastikan jenis anggrek ini termasuk jenis yang langka, bahkan konon Anggrek Toba merupakan jenis anggrek hutan liar yang jenisnya sangat langka di Indonesia bahkan di dunia.

Tapi Anda yang mengunjungi pameran tanaman hias di Taman Ahmad Yani patut bangga, sebab anggrek jenis langka ini ikuti mewarnai bursa flora dan fauna yang diselenggarakan Pemko Medan mulai 29 April sampai 19 Mei 2015.

Baca juga:  Tabur Bunga ke TMP Awali HUT TNI ke 69 di Sumut

“Dikatakan langka, sebab jenis anggrek ini hanya hidup di kawasan Danau Toba,” ujar Vivi Julietti Tarigan, di stand Nursery Vivi Flora kepada edisimedan.com, Senin (5/4/2015).

Anggrek Toba Ense sendiri memiliki eksotisme yang sangat unik. Daunnya mekal. Saat mekar, lima kelopaknya terbuka seperti bintang. Di tengah kelopak bunga yang mekar, ada mahkota panjang, seperti lidah yang menjulur.

Selain itu, di habitat aslinya, kawasan Danau Toba, anggrek ini tumbuh liar di hawa sejuk di atas perbukitan yang tingginya mencapai di atas 500 meter di atas permukaan laut. Istimewanya, jenis anggrek ini termasuk spesies yang dilindungi.

Baca juga:  AirAsia Indonesia Gelar Kompetisi Blog

Tak heran jika kehadiran Anggrek Toba Ense di acara pameran tanaman hias tersebut menyedot perhatian pengunjung.

“Jenis anggrek ini merupakan spesies langka. Salahsatu spesies anggrek yang dimiliki Sumatera Utara. Butuh perawatan khusus untuk dikembangbiakkan di luar habitatnya, kawasan Danau Toba. Kami beruntung sudah lama memiliki inangnya dan bisa kami kembangbiakkan,” jelas Vivi didampingi suaminya, Jan Risal.

Sebagai satu-satunya nursery yang berhasil mengembangbiakkan anggrek Toba diluar habitatnya, Jan Risal, enggan siap berbagi bagaimana cara perawatannya. Yang pasti, imbuhnya, butuh cara dan bahan khusus dalam merawatnya.

Baca juga:  Mahasiswa STBA-PIA Wakili Sumut ke Konfrensi Asia Afrika

Karena itu, aku Jan Risal, banyak yang mengapresiasi hasil perkembangbiakan nursery mereka yang berada di Jalan Jamin Ginting Medan.

“Sewaktu acara pembukaan saya dengar sendiri Pak Wali penasaran pengen tau jenis Anggrek Toba Ense. Saya senyum saja dengarnya,” aku Risal.

Meski tidak disertakan dalam lomba tanaman hias, namun di stand mereka Anggrek Toba ini dijual seharga Rp 1 juta. [ded]

Komentar Facebook