Inilah Motif Model Cantik Terjun Bebas dari Kamar 603 Hotel Kanaya

MEDAN| Suasana duka menyelimuti kediaman Adelia Friska alias Ade Frisa alias Adel, yang tewas terjun bebas dari lantai 6 kamar 603 Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam, Medan Rabu malam (6/5/2015).

Isak tangis keluarga dan rasa haru dari sejumlah sahabat model cantik itu tampak nyata saat Kamis siang tadi (7/5/2015), jenazah Adelia dikebumikan di tempat pemakaman umum, tak jauh dari rumah orangtuanya Jalan Alumunium 4, Lingkungan 20, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

Kematian model yang bekerja secara amatir untuk salah satu agency di Medan itu memang cukup tragis. Jasadnya ditemukan dalam posisi telungkup dan kepala pecah. Sedangkan kedua pergelangan tangan patah. Wanita berkulit putih dan berambut panjang itu tewas hanya mengenakan celana dalam berwarna biru dan tank top warna hitam. [Lengkapnya Baca: Model Cantik Ini Tewas Lompat dari Lantai 6 Hotel Kanaya Medan]

Wakasat Reserse Narkoba Polresta Medan AKP Rosyid Hartanto membeberkan, sebelum korban melompat dari kamar 603, korban terlihat kebingungan di hotel bintang tiga yang berada di Jalan Darussalam, Medan.

Baca juga:  Lima Mobil Ringsek Tertimpa Pohon di Jalan Teuku Umar, Medan

“Sejumlah saksi yang diperiksa melihat korban ini (terlihat) kebingungan, mondar-mandir di depan jendela seterusnya korban terjatuh bersimbah darah,” kata AKP Rosyid saat gelar jumpa pers di Polresta Medan, Jalan HM Said, Medan, Kamis siang.

AKP Rosyid lantas membeberkan kronologi tewasnya korban, saat tim Reserse Narkoba Polresta Medan melakukan penggerebekan. Awalnya petugas mendapat informasi ada pesta narkoba di kamar No 603 Hotel Grand Kanaya. Petugas lalu menuju hotel tersebut dan melakukan penggerebekan.

“Kita turunkan dua tim, satu tim berjaga-jaga di bawah, satu tim menuju kamar hotel,” ujarnya.

Saat tim kedua menuju lantai 6, mereka bertemu dengan rekan korban di dalam lift, yakni Dony Satria (38), warga Jalan Gaperta, Gang Imam, Kecamatan Medan Helvetia dan Adrian Siahaan (21), warga Jalan Gurilla, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Saat kita periksa, tidak ditemukan barang bukti. Namun keduanya mengaku baru saja pesta sabu bersama korban di Kamar 603,” tambahnya.

Baca juga:  Istri Iwan Fals: Ormas Oi Netral di Pilkada 2018

Mendapat informasi tersebut, petugas pun bergerak cepat. Bersama dua tersangka, tim menuju kamar 603. “Diketuk beberapa kali, tak ada jawaban. Anggota lalu memanggil resepsionis untuk membuka pintu,” terangnya.

Setelah kamar terbuka, tak ada orang di dalam, namun ditemukan sejumlah barang bukti seperti sabu, alat hisap sabu atau bong dan air soft gun. Ternyata Ade sudah lompat dari lantai enam dan akhirnya tewas.

“Tim pertama yang berada di bawah, melihat korban melompat dari jendela kamar dan jatuh ke bawah. Ini diperkuat dengan terbukanya jendela kamar 603 itu. Kita duga korban ketakutan saat hendak kita gerebek,” jelasnya.

Rosyid menambahkan, selain mengamankan barang bukti dari kamar 603, petugas menangkap M Fadli (19), warga Jalan Rajawali, Kelurahan Sei Kambing, di loby hotel. Dari pelaku polisi menemukan 1 paket sabu-sabu yang dipesan tersangka Donny.

Donny sendiri adalah merupakan target operasi (TO) dari Satnarkoba Polresta Medan. Saat ini pihaknya masih melakukan otopsi terhadap korban untuk membuktikan apakah dia pemakai sabu atau tidak.

Baca juga:  Perampok Bank Muamalat Ditangkap!

“Saat diperiksa, Donny mengaku mereka baru saja menggunakan sabu di kamar itu. Pengembangan masih dilakukan untuk menangkap bandar besarnya. Untuk Dony akan kita jerat Pasal 132 UU Narkoba dengan ancaman seumur hidup,” tandasnya.

Model Majalah Dewasa
Ibu korban bernama Wati (43), menilai anaknya itu selama ini dikenal baik dan memiliki sifat periang dan juga suka bercanda. Namun sejak lima tahun terakhir, putri semata wayangnya itu tinggal di sebuah apartemen di bialngan Jakarta Selatan.

“Anakku itu sudah lima bekerja sebagai model. Memang anakku kerap pulang ke Medan,” ujar perempuan paruh baya itu.

Sementara ayah korban bernama Ibrahim tidak menyangka anaknya meninggal dunia dalam usia yang begitu muda. “Anakku sudah dua Minggu di Medan. Pesan terakhirnya adalah meminta maaf, karena belum bisa membahagiakan kami dan selalu buat banyak masalah. Itu sms yang disampaikan anakku kepada temannya bernama Ade,” pungkasnya. [ded]

Komentar Facebook