Warga Bangun Monumen untuk Mengenang Dokter Korban Konflik Aceh

BIREUEN| Nama dr Fauziah adalah nama besar yang kini diabadikan pada nama sebuah rumah sakit umum Kabupaten Bireuen, Aceh. Ia merupakan salah seorang dokter yang meninggal di kampung tersebut akibat diterjang peluru, saat konflik Aceh berkecamuk.

Kini, warga di kawasan meninggalnya dr Fauziah di Gampong (desa-red) membentuk kepanitian dan berinisiatif membangun monumennya.

Panitia pembangunan monumen mulai membangun balai kayu berukuran 4 x 9 meter, tempat meninggalnya dr Fauziah berlokasi di Gampong Cot Kruet perbatasan Alue Gandai, Kecamatan Peudada.

Baca juga:  Saleh Daulay Minta Pemerintah Mereview Perangkat Autogate Bandara

Ketua Panitia Pembangunan Monumen tugu dr Fauziah Abdullah A Jalil mengatakan, pihaknya kali ini baru membangun balai tempat berteduh. Menurut pria yang akrab disapa Abu Nek Peudada, rencana awal pihaknya langsung hendak membangun tugu monumen.

Tetapi karena keterbatasan biaya dan kurangnya dukungan dari pemerintah setempat, pembangunan monumen tugu dr Fauziah belum bisa dilaksanakan.

Baca juga:  Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Kelurahan Digelar

“Hari ini baru kita dirikan balai berukuran 4×9 meter. Karena kekurangan biaya, balai ini belum bisa dibangun atap,” ujar Abdullah.

Dana pembangunan balai tersebut diperoleh dari sumbangan warga dan bantan pihak-pihak lain. “Alhamdulillah berkat kekompakan kami panitia, balai ini berhasil kita dirikan walaupun belum siap,” ungkapnya.

Abdullah A Jalil juga menambahkan, selain mendirikan balai pada Kamis (7/5/2015), panitia juga menggelar doa bersama untuk para syuhada di seluruh Aceh, serta acara pemberian satunan untuk anak yatim di Kecamatan Peudada.

Baca juga:  Kejati Incar Koruptor dari Pemprov Sumut yang Rugikan Negara 40,8 Miliar

Pria yang juga akrab dipanggil Abu Nek ini, berharap semua pihak agar dapat ikut membantu pembangunan tugu monument dr Fauziah. “Semoga semua pihak dapat membantu kami dalam menyelesaikan pembangunan tugu monumen ini,” tutupnya. [Tarmizi|ded]

Komentar Facebook