Kepala Bappeda Taput Anggap Pelapor Kasusnya "Sampah"

TAPUT| Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Tapanuli Utara (Taput) berisinial IS, resmi dilaporkan ke unit tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Taput oleh LSM Obor Monitoring Citra Independen (OMCI) Sumut dengan surat nomor 201/LPBJP/DPD-SU/LSM OMCI/IV/2015 tertanggal 29 April 2015.

IS dilaporkan terkait dugaan pelanggaran Perpres 70 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemeritah tahun 2015 dan dugaan kolusi atau persekongkolan.

Dugaan tindak pidana yang dituduhkan itu, antara lain IS telah menetapkan pelaksana atau penyedia jasa (pemborong) kegiatan pengadaan barang/jasa Pemkab Taput tahun 2015 dimana belum terlaksana proses pelelangan.

Selain itu setip rekanan yang telah mendapat jatah Proyek dari Bappeda harus menemui seseorang di Kabupaten Tobasa inisial JN dengan tujuan untuk mendulukan fee Proyek

Kemudian IS diduga telah menyerobot sekaligus mengangkangi tugas dan fungsi dari masing-masing unit layanan pengadaan (ULP) dan pejabat pengadaan sesuai Perpres 70 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Baca juga:  Regina Idol Meriahkan Natal Oikumene Sumut 2014

Kanit Tipikor Polres Taput Iptu Krisnat Napitupulu menegaskan, IS dilaporkan atas kasus dugaan monopoli dan kolusi yang mengarah gratifikasi pada proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Taput.

“IS dilaporkan masyarakat atas dugaan kolusi yang mengarah gratifikasi pengadaan barang dan jasa di pemkab Taput tahun anggaran 2015,” terang Napitupulu.

Pihaknya saat ini masih melakukan penelitian dan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kita belum bisa menyimpulkan laporan. Karena kita masih meneliti dan mempelajari laporannya,” tegasnya.

Laporan itu juga dibenarkan Kapolres Taput AKBP Dudus HD.Sik melalui Kasubag Humas Aiptu W Baringbing. Yang melaporkan itu adalah Ketua DPD LSM OMCI Sumut atas nama Maniur Manalu.

Jadi, katanya, dalam bentuk apa pun, pihaknya wajib menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti untuk memperjelas duduk suatu permasalahan yang dilaporkan. “Laporan dan pengaduan dalam bentuk apapun, pasti kita terima dan layani dengan baik,” ucapnya.

Baca juga:  Sepeda Motor Aktivis Raib di Parkiran Kantor DPRD

Terkait kemungkinan adanya dugaan tindak pidana yang ditemukan kemudian, lanjut Baringbing, pihaknya akan melakukan pendalaman dan proses penyelidikan terlebih dahulu.

“Kami pelajari dulu, kumpul bukti-bukti dan sudah pasti Kepala Bapeda Taput nanti akan kita undang untuk dimintai keterangan. Lalu, kita akan memberikan penjelasan kepada pelapor, melalui gelar perkara bahwa tindak pidana yang dilaporkan itu sudah memenuhi unsur atau tidak. Nanti kita akan lakukan secara proses penyidikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bapeda Taput Indra Simaremare kepada sejumlah Wartawan enggan memberikan keterangan soal laporan tersebut. “Saya no comment. Sebab kepala Bappeda Taput inisial IS itu belum tentu saya. Jadi tanya saja pelapornya. Pastikan dulu apakah itu saya atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, isi laporan tersebut sama sekali tidak mempunyai dasar hukum. “Saya keluarga orang hukum. Laporan itu saya anggap seperti sampah karena tidak dilengkapi data akurat,” ujarnya lagi.

Baca juga:  Beda Pendapat di Tubuh Golkar Soal Airlangga Hartato Jadi Cawapres Jokowi

Dia juga menjelaskan bahwa proyek pemerintah pagu diatas Rp200 juta sebagaimana diatur undang-undang wajib dilelangkan. “Jadi tidak benar saya ada membagi-bagi proyek. Sudah ada aturan yang harus dipenuhi,” tandasnya.

Sementara J Nababan yang disebut-sebut yang menerima fee proyek dari rekanan saat dihubungi via telepon dan bahkan melalui SMS singkat tidak mau menjawab.

Ketua LSM OMCI Maniur Manalu menganggap biasa saja pernyataan Kepala Bappeda bahwa pengaduan LSM ke Tipikor dianggap “sampah”. “Tapi saya garis bawahi, tak seharusnya seorang pejabat publik setiap mengeluarkan kata- kata seperti itu.  Bupati Tapanuli Utara jangan memakai pejabat yang omongannya arogan seperti kepala Bappeda. Ssoal pengaduan itu, mari kita buktikan nanti hasil pemeriksaan di Tipikor,” jelasnya. [Fernando]

Komentar Facebook