Kriminalitas Tinggi, Layanan Taksi Uber di Medan Bisa Jadi Solusi

MEDAN| Tingginya tingkat kriminalitas di Kota Medan membuat sebagian orang was-was menggunakan jasa transportasi umum. Khususnya kalangan wanita yang kerap menjadi korban berbagai modus kejahatan seperti perampokan atau pelecehan seksual.

Untuk meminimalisir kejahatan di kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan mulai dilirik perusahaan pemesanan taksi bernama Uber. Model bisnis yang ditawarkan Uber adalah menyediakan transportasi yang aman dan cepat lewat aplikasi ponsel.

“Dengan layanan ini, pengguna harus mengunduh aplikasi Uber terlebih dahulu dan mendaftar. Setelah itu pemesanan kendaraan dan pembayaran dapat dilakukan dengan beberapa menu yang tersedia di aplikasi,” ujar Mike Brown, Uber General Manager Southeast Asia dalam keterangannya kepada edisimedan.com, (Selasa (12/5/2015).

Baca juga:  Astra Daihatsu Medan Gelar Test Drive New Terios dan New Sirion

Mike bilang, aplikasi ponsel pintar Uber memang dirancang untuk keselamatan para penumpang para pengemudi maupun penggunanya, khususnya wanita.

“Uber juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan para pengemudi tidak memiliki catatan kriminal. Jadi tak sekedar memiliki data SIM dan KTP, Uber juga memeriksa latar belakang untuk semua pengemudi dan melakukan wawancara serta pelatihan. Saat pengemudi tak memenuhi standar Uber, maka mereka akan dihapus dari sistem dan meminta mitra untuk mengganti dengan pengemudi yang berbeda,” jelasnya.

Baca juga:  BPSDM Sumut Gelar Bimtek Investigasi, Tingkatkan Kompetensi Auditor

Baik buruknya pelayanan yang diberikan pengemudi tranportasi dilihat Uber dari sistem rating yang menjadi salah satu elemen penting dari Uber. Dari sini, menurut Mike, dapat ditinjau apakah pengemudi melakukan tugasnya dengan baik atau tidak.

“Kami selalu tahu siapa pengendara dan penumpang. Jadi jika ada masalah dalam suatu kondisi, kami bisa melacak dengan GPS. Dan kita memiliki semua informasi tentang perjalanan tersebut,” lanjut Mike.

Dijelaskannya, saat penumpang merasa khawatir dengan armada yang mereka tumpangi, penumpang hanya perlu klik tombol “Share My ETA”. Tombol ini akan mencatat nama penumpang, nama pengemudi, plat pengemudi, nomor telepon, dan link untuk ke Google Maps untuk mengetahui keberadaan kendaraan tersebut.

Baca juga:  Pengusaha di Medan Tidak Siap Hadapi Masa Pensiun

“Untuk proses pembayaran sendiri, Uber memberlakukan pembayaran lewat kartu kredit yang dimaksudkan untuk menghindari risiko kejahatan. Namun jika terjadi sesuatu pada penumpang, tak perlu khawatir karena Uber telah memiliki data penumpang, pengemudi serta sistem pelacak perjalanan,” pungkasnya. [ded]

Komentar Facebook