Luas Kawasan Hutan di Sumut Berdasarkan SK Menhut No.579/2014

MEDAN| Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.579/2014 yang merevisi SK No.44/2005
tentang Kawasan Hutan Provinsi Sumut, menetapkan kawasan hutan di Sumut mencapai 3,05 juta hektare.

Berdasarkan fungsinya, SK menetapkan kawasan suaka alam 427.008 hektare, kawasan hutan lindung 1,2 juta hektare, hutan produksi terbatas 641.769 hektare, hutan produksi 704.452 hektare dan hutan produksi yang dapat dikonversi yakni 75.684 hektare.

Sementara untuk area perkebunan kelapa sawit di Sumut telah mencapai 1,2 juta hektare atau 24,9% dari seluruh wilayah Sumut. Adapun, produksi crude palm oil (CPO) per tahun mencapai 3 juta ton.

Baca juga:  Alat Peraga Kampanye Pilgubsu 2018 Resmi Dipasang

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berharap, Menteri Kehutanan dapat melepaskan 1.295.000 hektare lahan yang diajukan Pemprovsu.

“Karena baru 700.000 hektare lahan hutan di Provinsi Sumatera Utara yang dilepas. Itupun jika 21.000 hektare lebih lahan hutan yang saat ini sedang dikaji, disetujui DPR,” ujar Erry.

Erry bilang, pengusulan pelepasan tersebut bottom up. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut masih kecewa karena banyak area yang sudah mendapatkan sertifikat, tapi masih masuk ke SK.

Baca juga:  Komnas HAM Gelar Pertemuan dengan Komisaris HAM PBB

Sejauh ini, lanjut Erry, perkebunan kelapa sawit menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Sumut. Tak hanya dari produksi kelapa sawit dan hasil olahannya seperti CPO, tetapi juga penyerapan tenaga kerja. Sumut, lanjutnya, merupakan provinsi kedua terbesar penghasil komoditas ini setelah Riau.

“Sumut tentu sangat berkepentingan terhadap komoditas dan industri kelapa sawit. Sudah berapa banyak devisa per tahun yang dihasilkan dari kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit di Sumut telah jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia ada yakni pada 1911 di Puloraja dan Tanah Itam,” jelas Erry.

Baca juga:  Sumut Belum Termasuk Wilayah Local Transmition

Kendati demikian, Erry berharap para pengusaha kelapa sawit Sumut dapat memanfaatkan tambahan lahan hutan produksi yang dapat dikonversi berdasarkan SK tersebut. Sebelumnya, total luas lahan HPK berdasarkan SK No.44/2005 hanya 52.760 hektare.

Dalam kesempatan itu, menteri berpedoman pada peraturan yang berlaku dan pasti melakukan hal terbaik demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara. [ded]

Komentar Facebook