Manulife Dorong Perusahaan di Medan Ikut Program Dana Pesangon

MEDAN| PT Manulife Indonesia mendorong perusahaan di Medan untuk mengikuti program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) untuk kompensasi pesangon. Pasalnya di daerah ini banyaknya perusahaan yang belum memiliki program dana pensiun bagi karyawannya.

“Dana pesangon ini sangat penting, tidak hanya untuk karyawan tetapi juga perusahaan. Jika perusahaan tidak bisa menyiapkan dana tersebut dari sekarang maka dipastikan akan mengganggu kinerja keuangan ke depan,” ujar Vice President PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Karyadi Pranoto kepada wartawan saat acara Manulife Employee Benefits Gathering, di Hotel JW Marriott Medan, Selasa (12/5/2015).

Karyadi Pranoto bilang, program DPLK tidak tumpang-tindih dengan rencana BPJS Ketenagakerjaan dengan program jaminan pensiun yang akan diterapkan 1 Juli 2015.

Baca juga:  Sambut Hari Kartini, Beli 5 Liter Pertamax Dapat Bonus 1 Liter

Sebab, BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk memenuhi jaminan hari tua (JHT) sesuai UU No.2/1992 dan jaminan pensiun (JP) sesuai UU No.40/2004. Sedangkan DPLK PPUKP untuk memenuhi kewajiban pembayaran pesangon sesuai dengan UU No.13/2003, disamping sebagai pemberi kerja dalam pencadangan dana pesangon karyawan.

Hal senada disampaikan Senior Sales Manager PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Baarnb Yosia. Menurutnya, program pesangon dilakukan sesuai dengan UU No 13/2013 yang mengamanatkan setiap perusahaan memiliki dana untuk pembayaran pesangon karyawan.

“Karena kewajiban, pesangon pasti akan dibayarkan akibat pensiun, meninggal dunia, atau terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujar Baarnb.

Kegiatan Manulife Employee Benefits Gathering Manulife Indonesia digelar untuk memberikan solusi dan siap menjawab kebutuhan perusahaan dalam penyediaan dana kompensasi pesangon karyawan melalui program DPLK untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP).

Baca juga: 

Pada kegiatan itu, Manulife mengundang sebanyak 70 perusahaan di Sumut pada program edukasi ini. Bagi Manulife, tingginya antuasime peserta di kegiatan ini mendandakan semakin banyak perusahaan diedukasi, maka akan semakin dipahami sehingga tertarik untuk ikut program PPUKP.

“Program PPUKP ini akan membantu perusahaan untuk memberikan kepastian dan jaminan hidup yang layak bagi karyawan saat tidak bekerja lagi. Bagi banyak perusahaan, program ini bisa memberikan banyak keuntungan karena fleksibel atau dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan. Program ini juga transparan serta tersedia beragam pilihan investasi. Tapi yang terpenting, dana tersebut bisa digunakan sebagai kompensasi pesangon,” jelas Baarnb.

Baca juga:  Terkait Pencabutan Dukungan, KPU Sumut: Relawan Tidak Pernah Terdaftar

TARGET DPLK

DPLK Manulife Indonesia sendiri menargetkan bisa menghimpun dana pesangon sebesar Rp12 miliar di tahun 2015. Hingga April 2015, Medan sudah bisa menghimpun dana kelola untuk program pesangon sebesar Rp4 miliar atau 33,34% dari target 2015. Himpunan dana kelola tersebut berasal dari dua perusahaan dengan karyawan sebanyak 1.100 orang.

“Sisa Rp8 miliar yang harus dicapai hingga akhir tahun, bagi kami akan mudah (mencapainya) karena besarnya bisnis di kota ini namun masih sedikit yang tahu dan paham dengan program pesangon ini,” pungkas Baarnb Yosia. [ded]

Komentar Facebook