Manulife Indonesia Mencatat Kinerja yang Kuat di Tahun 2014

JAKARTA| Manulife Indonesia mencatat kinerja yang kuat di tahun 2014, yang didorong pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 15% menjadi Rp3,2 triliun. Kendati industri asuransi mengalami perlambatan -2,4%1, penjualan produk-produk asuransi turut mencatat peningkatan sebesar 8% menjadi Rp1,4 triliun, sedangkan penjualan produk-produk investasi melonjak 21% menjadi Rp1,8 triliun.

Demikian disampaikan Chris Bendl, Chief Executive Officer & President Director, Manulife Indonesia, dalam siaran pers yang diterima edisimedan.com, Selasa (12/5/2015).

Baca juga:  KPU: Walau Cuti Kampanye, Presiden Masih Boleh Mengambil Kebijakan

Menurut Chris Bendl, Indonesia kini menghadapi tahun yang penuh tantangan dengan adanya gangguan banjir yang terjadi pada kuartal pertama dan masa transisi menuju kepemimpinan baru yang mempengaruhi sentimen pasar sepanjang tahun.

Selain itu, kenaikan tingkat suku bunga dan ketidakstabilan nilai tukar mata uang asing, juga turut menghadirkan sejumlah tantangan bagi bisnis Manulife dan menyebabkan melemahnya daya beli masyarakat.

Baca juga:  Perda PBB di Labuhanbatu Perlu Direvisi

Meski begitu, Manulife tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan setiap indikator kinerja keuangan bertumbuh positif.  [Baca JugaManulife Branding Gerbong Kereta Api Kualanamu]

“Di tengah-tengah perlambatan ekonomi, kami tetap mencatat imbal hasil investasi yang sehat, yang menunjukkan keunggulan dari keragaman bisnis Manulife. Indikator keuangan lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan laba bersih konsolidasi setelah pajak sebesar Rp1,4 triliun, laba yang berhasil kami cetak selama 23 tahun berturut-turut. Ini bukti perusahaan mampu menjalankan manajemen risiko dengan hati-hati, efisiensi biaya yang efektif dan investasi yang akurat,” pungkas Chris Bendl. [ded]

Komentar Facebook