Warga Negeri Lama Soroti Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

LABUHANBATU| Penggunaan BBM jenis solar bersubdisi menjadi sorotan warga di Desa Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Pasalnya, banyak perusahaan di daerah itu yang diduga memanfaatkan solar bersubsidi untuk lahan perkebunannya.

Salah satu perusahaan yang diduga menggunakan BBM subsidi jenis solar adaah PT SPS yang berlokasi di Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu melalui kontraktornya CV NA.

BBM itu sendiri digunakan untuk sejumlah alat berat jenis escapator yang sedang bekerja untuk penumbangan (re-planting) di lahan perkebunan sawitnya di Negeri Lama.

Baca juga:  Kriteria Ideal Cawapres Jokowi Menurut Politikus PDIP

Hal tersebut diketahui saat wartawan menemukan beberapa orang yang sedang berjaga di sana, namun tidak seorang pun yang mengetahui sumber minyak solar tersebut. “Tidak tau aku bang, aku cuma sopir. Itu pengawasnya yang baju putih,” terang salah seorang pria, sambil mengumpulkan sejumlah jerigen kosong bekas solar yang digunakan buat alat berat tersebut.

Saat wartawan bertanya pada pria berkemaja putih dimaksud, pria tersebut mengatakan BBM yang digunakan adalah BBM industri yang dipasok PT Irsani Mandiri, beralamat di Jalan Karya Cilincing No 39 Medan, Sumatera Utara melalui CV Nadia Afiqa.

Baca juga:  Adakan Rakornis, Semua Partai Pengusung Eramas Yakin Menang

“Minyak itu resmi dari Pertamina. Ini surat-suratnya,” jelas pria yang enggan sebutkan namanya sembari menunjukkan kertas atas nama PT Irsani Mandiri dan CV Nadya Afiqa.

“untuk lebih jelasnya tanya Pak Sunar saja, dia pemborongnya,” terang pria tersebut sembari memberikan nomor ponsel si pemborong.

Namun ketika ponsel itu dihubungi, dia tidak bersedia dimintai keterangan dengan alasan sibuk bekerja di PT Daya Labuhan Indah (DLI) dan tidak pasti kapan pulangnya.

Baca juga:  KPU Sumut: Paslon Diharapkan Turut Mengedukasi Masyarakat Saat Kampanye

Warga setempat, menduga kalau PT Irsani Mandiri bukan agen resmi bbm industri. Menurut Robin, surat-surat itu mungkin benar milik PT Irsani Mandiri. “Tapi masalahnya benar gak PT Irsani Mandiri ambil itu solar dari gudang Pertamina?” tanya Robin.

Menanggapi hal itu Berman Sinaga, aktivis LSM LIRA (Lumbung Informasi Masyarakat) Bilah Hilir menilai, jika benar perbuatan PT SPS menyalahgunakan BBM bersubsidi, tentu bisa dipidana karena sudah merugikan negara. [rez|ben]

Komentar Facebook