Klarifikasi Danamon Terkait Pemecatan Sekuriti Gegara Sholat Jumat

MEDAN| PT Bank Danamon Indonesia, Tbk memberikan klarifikasi sehubungan dengan pemberitaan pemecatan sekuriti bank tersebut gegara melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Klarifikasi tersebut disampaikan Hartono Teguh Wijaya, Regional Corporate Officer Danamon, Kantor Wilayah 6, Medan dan Sekitarnya kepada edisimedan.com, Sabtu (16/3/2015).

Ada empat poin yang ditegaskan Hartono Teguh Wijaya, terkait kasus pemecatan yang dilakukan terhadap Hendri Waluyo, sekuriti outsorching kantor cabang bank Danamon Jalan Diponegoro, Medan itu. [Baca Juga: Security Bank Danamon Dipecat Gegara Sholat Jumat]

Poin pertama, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk menghormati dan menghargai hak setiap karyawan dan tenaga kerja alih daya dalam menjalankan kegiatan keagamaannya masing-masing tanpa diskriminasi, sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Kegiatan keagamaan, termasuk sholat Jumat,  para karyawan Danamon mengatur penyelenggaraan sholat Jumat berjamaah.

Baca juga:  Supir Diracun, Modus Perampok Spesialis Mobil Rental di Sumut

Hal yang kedua, menurutnya, Hendri Waluyo merupakan karyawan dari PT Bravo Satria Perkasa (PT Bravo). Penempatan dan penugasannya sebagai tenaga kerja alih daya di Kantor Wilayah Danamon Diponegoro, Medan sebagai satuan pengamanan (satpam). Karenanya, PT Bravo memiliki wewenang penuh untuk mengatur masalah kepegawaian Hendri Waluyo.

Poin ketiga, Danamon senantiasa mematuhi perundangan-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. Dan terakhir, Danamon terbuka dan menghormati pihak-pihak lain termasuk otoritas setempat untuk mendapatkan informasi secara lengkap, benar dan akurat.

Baca juga:  Uang Rp 2 Miliar Milik PT SSI Hilang dari Parkiran Plaza Medan Fair

“Klarifikasi ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar secara lengkap dan akurat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Hendri Waluyo yang sudah bekerja selama 1,5 tahun sebagai sekuriti di kantor cabang bank Danamon Jalan Diponegoro, Medan diberhentikan usai melaksanakan Sholat Jumat pekan lalu. Kebijakan tersebut diambil Corporate Safety Management (CSM) Bank Danamon M Syaiful Azhar.

Hendri dinilai lalai meninggalkan tugasnya sebagai komandan regu karena melaksanakan Sholat Jumat dan selanjutnya dikembalikan ke PT Bravo. Hendri tidak terima keputusan tersebut dan menganggapnya bentuk kesewenangan pimpinan Danamon. Apalagi dasar pemecatan itu karena menjalankan ibadah.

Baca juga:  Jalan Rusak Sepanjang 2 Km di Sunggal Tak Kunjung Diperbaiki

Sementara itu, Corporate Safety Management (CSM) Bank Danamon M Syaiful Azhar membantah tudingan Hendri. Menurutnya, tindakan yang dilakukannya sudah sesuai SOP di Bank Danamon, dan status Hendri bukan dipecat namun dikembalikan ke PT Bravo Satria Perkasa, perusahaan penyedia jasa sekuriti di Medan. Dia juga bersedia meminta maaf atas tuduhan mengeluarkan umpatan yang menciderai perasaan umat muslim. [ded]

Berita TerkaitDPRD Medan Minta Klarifikasi Danamon

Komentar Facebook