Perusda Pertanian Taput Diduga Gelapkan Dana Pupuk Bersubsisi

TAPUT | Perusahaan Daerah (Perusda) Pertanian Tapanuli Utara, merupakan salah satu pendistribusi pupuk bersubsidi melalui kios pengecer yang sudah ditetapkan. Akan tetapi yang jadi persoalan, Perusda Pertanian Taput ditengarai telah merugikan para pengusaha kios pengecer dengan nilai ratusan juta rupiah.

Salah seorang pemilik Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi Usaha Dagang (UD) RPS JOY, Br Silitonga di Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Taput, mengaku telah merugi ratusan juta rupiah akibat lemahnya manajemen Perusda Pertanian Pemkab Tapanuli Utara.

Menurut Br Silitonga, Perusda Pertanian Taput sarat dengan masalah. Pasalnya, meski uang sudah ditransfer olehnya namun pihak Perusda menolak bertanggungjawab atas uang yang masuk ke rekening yang sudah ditentukan Perusda Pertanian Taput itu sendiri.

Baca juga:  Perwira Tinggi Polri Diusulkan Jadi Pejabat Gubernur Sumut

Masalah ini tentu merugikan pihaknya sebagai penyaluran pupuk bersubsidi produksi Petro Kimia Gresik jenis Urea dan Ponska di kabupaten tersebut.

Atas kejadian ini, Ketua LSM MPPK2N Fredy Hermanto kepada sejumlah wartawan, di Tarutung menjelaskan, sesuai ketentuan harusnya dalam satu perusahan hanya ada satu bendahara keuangan. Akan tetapi berbeda dengan Perusda Pertanian Taput dimana bendahara keuangan sangat banyak.

“Ini terbukti sejumlah rekening penerimaan uang dari kios pengecer banyak kita temukan, dan atas dasar ini dapat kita duga penggelapan dana terjadi di Perusda Pertanian Taput,” ujar Fredy Hermanto.

Baca juga:  Ini Tanggapan Anak Jokowi Terkait Rencana Pencalonanya di Pilpres 2019

Menurutnya, Menejer Keuangan Perusda Pertanian dipegang Roulan Togatorop. Dan seharusnya setoran para kios pengecer harus pada rekening Perusda, bukan kepada rekening staf. “Sistem tata kelola keuangan Perusda sepertinya tidak beres, perlu diaudit BPK,” ungkap Fredy.

Bukti ketidakberesan keuangan Perusda dapat dilihat banyaknya rekening penerima setoran kios ke rekening staf Perusda, yakni rekening staf atas nama Golda Harianja, rekening staf atas nama Janner Hutabarat, bahkan kemungkinan bisa langsung masuk ke kantong pribadi staf lainnya.

Salah satu bukti penyetoran kios pengecer melalui pengiriman Kantor Pos ke rekening staf atas nama Golda Harianja.
Salah satu bukti penyetoran kios pengecer melalui pengiriman Kantor Pos ke rekening staf atas nama Golda Harianja.

“Bukti setoran rekening yang kita dapat ini akan jadi barang bukti untuk dilaporkan ke pihak Tipikor dan Kejaksaan. Sebab ini merupakan bukti dugaan penggelapan dana setoran kios pengecer,” tegasnya.

Baca juga:  Dugaan Korupsi DAK 2012 Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Polisi belumKeluarkan SPDP

Bendahara Perusda Taput, Roulan Togatorop mengelak atas uang yang sudah masuk ke dalam rekeningnya. “Masalah rekening itu, janganlah saya yang ditanyakan. Silahkan tanya langsung ke Dirut Perusda. Lagi pula masalah ini bukan cuma masalah saya,” katanya melalui sambungan telefon kepada wartawan di sana.

Sementara Direktur Utama Perusda Pertanian Taput, Ir Swanto Hutasoit, juga bekum bersedia menjawab. Saat dikonfirmasi atas terbitnya sejumlah rekening penerimaan setoran dari kios pengecer kepada rekening sejumlah staf, telepon selularnya tidak diangkat.[ded|fernando hutasoit]

Komentar Facebook