TIDAR Aceh Buka Posko Peduli Pengungsi Rohingya

BANDA ACEH| Pengurus Daerah Tidar (Tunas Indonesia Raya) merespon keadaan pengungsi pencari suaka asal suku Rohingya dan Banglades yang terdampar di Aceh dengan membuka Posko penerimaan bantuan. Hasil yang terkumpul akan disalurkan ke lokasi pengungsian “Manusia Perahu” yang ada di Aceh Utara dan Langsa.

Organisasi sayap Partai Gerindra ini, membuka Posko di bilangan jalan Sultan Alaudin Johansyah (Dh Jln Seulawah) No 29 Neusu, tepatnya di samping kantor DPC Gerindra kota Banda Aceh.

Ketua PD Tidar Aceh, Agussalim Chawari mengajak masyarakat untuk ikut mendermakan seberapun bantuannya untuk membatu para pengungsi yang saat ini ditampung di tempat darurat, di beberapa lokasi penampungan. Bantuan bisa berupa pakaian bekas layak pakai, makanan, obat obatan atau pun uang.

Baca juga:  Mario dan Kisah Orang Medan yang Berhasil Menyusup di Roda Pesawat

“Kita mulai hari ini, (Senin 18/5), membuka Posko dan siap menerima uluran sumbangan dari masyarakat, yang nantinya akan kami salurkan langsung ke titik pengungsian oleh relawan dari Tidar Provinsi dan cabang di daerah,” kata Agus dalam siaran persnya Senin, (18/5/2015).

Ditambahkan Agussalim, Posko Tidar Peduli ini dibuka untuk menjawab keprihatinan yang mendalam melihat kondisi para pengungsi yang terusir dari negara mereka, terutama Anak anak dan kaum perempuan dimana kondisi mereka sangat memprihantinkan sehingga memerlukan empati dari kita semua membatu keadaan mereka.

Baca juga:  Gas Elpiji Langka Massa LPPLH Labusel Berdemo

“Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan sumbangannya, bisa lansung menghubungi koordinator Posko Mahmudin Aifa 0812 8520 0290, Zulizar 0852 29750 3199,” sambungnya.

Anak-anak Rohingya di pengungsian di Langsa, Aceh
Anak-anak Rohingya di pengungsian di Langsa, Aceh

Seperti diketahui sejak 10 Mei, sudah 1.500 orang lebih para pengungsi Rohingya terdampar ke daratan Aceh. Rombongan pertama yang terdiri dari 500 orang lebih yang terdampar di pesisir Aceh Utara. Mereka terdiri dari 210 orang Rohingya asal Myanmar dan 395 orang dari Bangladesh.

Baca juga:  PKS Usung Kader Sendiri untuk Pemilihan Walikota Medan

Dilaporkan kondisi kesehatan mereka tidah baik akibat kekurangan air dan makanan selama dilaut lepas, malah delapan orang di antara mereka kini berada dalam perawatan intensif.

Sementara itu, rombongan kedua kemudian kembali di evakuasi ke Aceh, dengan jumlah sekitar 800 orang yang terdampar di Langsa. Jumlah merera diketahui terdiri dari 256 orang Rohingya dan 421 orang Bangladesh. [ded|tarmizi]

Komentar Facebook