Demokrat Akan Angkat Plt Ketua DPD Demokrat Sumut Gantikan JR Saragih

Jakarta, SUMUTSATU.COM — Ketua Dewan Kehormatan
Demokrat, Amir Syamsudin mengatakan JR Saragih dicopot sebagai Ketua DPD
Demokrat Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (21/3). Sebab, JR Saragih menjadi
tersangka kasus pemalsuan legalisir ijazah.

“Jadi begini, itu memang di dalam kode etik
kami ya, itu kalau ada kader yang berstatus sebagai tersangka itu memang standarnya
begitu, diberhentikan,” kata Amir, Kamis (22/3) seperti dilansir 
tirto.id. 

Amir mengatakan, kebijakan ini juga berlaku
kepada setiap kader Demokrat yang melakukan pelanggaran etik partai, sehingga tidak
khusus kepada JR Saragih saja. 

“Ini kan Gakkumdu Sumatera Utara itu kan
sudah menetapkan dia sebagai tersangka dan ancamannya itu cukup tinggi, di atas
5 tahun,” kata Amir. 


Amir menambahkan, posisi JR Saragih di Demokrat
Sumut akan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) dari DPP Demokrat. Namun, ia
belum bisa memastikan sosok penggantinya. “Dengan begini dia [JR
Saragih] bisa menuntaskan persoalan hukumnya,” katanya.

Perihal kelanjutan proses pencalonan JR Saragih,
Amir juga belum dapat memastikannya. Menurutnya itu akan dibahas terlebih
dahulu oleh DPP Demokrat. 
JR Saragih sempat mencalonkan diri sebagai Cagub Sumut berpasangan
dengan Ance Selian dari PKB. Namun, KPUD Sumut menyatakan keduanya tidak lolos
proses verifikasi berkas. 
KPUD Sumut menyatakan ijazah JR Saragih tidak memenuhi
syarat pencalonan karena berbentuk legalisir, bukan asli. 

Baca juga:  KPU Rancang Aturan Batas Maksimal Sumbangan Parpol untuk Paslon di Pilpres 2019

Pasangan ini sempat mengajukan banding ke
Bawaslu Sumut dan diterima. Mereka diminta melengkapi kembali berkas ijazah JR
Saragih ke KPUD Sumut. Namun, KPUD Sumut pada 15 Maret kembali tidak meloloskan
JR Saragih-Ance Selian sebagai peserta Pilgub Sumut 2018. Keputusan KPU ini
merujuk pada berita acara Nomor 95/PL.03-BA/12/Prov/III/2018, pasangan yang
diusung Partai Demokrat dan PKB ini dinilai belum memenuhi syarat. 


Selain itu, Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu
(Gakkumdu) Sumut juga menetapkan JR Saragih sebagai tersangka pemalsuan
legalisir fotokopi ijazah. Saragih diduga melanggar Pasal 184 Undang-Undang
Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.[dw]

Komentar Facebook