Idrus Marham: Kontestan Pilgubsu 2018 Jangan Gunakan Sentimen Primordial

Hasil gambar untuk idrus marham
Jakarta,
SUMUTSATU.COM
Ketua
Koordinator DPP Partai Golkar bidang Hubungan Kelembagaan Idrus Marham me
minta kontestan
Pilgubsu 2018 untuk
bertarung dengan mengedepankan konsep alih-alih memakai sentimen primordial
untuk mendulang suara.
Menurut Idrus, penggunaan
isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) hanya akan bermuara pada konflik.
Apalagi, masyarakat Sumut memiliki latar
belakang primordial beragam sehingga sentimen identitas bisa menjadi bumerang.
“Kalau ada konflik, saya khawatir siapapun
nanti yang menang, pekerjaan utamanya 2-3 tahun setelah terpilih untuk
menyelesaikan konflik,” ujarnya di Jakarta, Jumat
(23/3) seperti dilansir tempo.co.
Idrus mengajak para peserta Pilgubsu 2018 menggunakan pendekatan politik tinggi (high politics) ketimbang politik rendah
(low politics). Politik tinggi, kata
Menteri Sosial ini, adalah persaingan secara kualitatif dan konseptual agar
tidak menimbulkan perpecahan.
“Konsep politik tinggi ini diperkenalkan oleh
tokoh bangsa Pak Amien Rais pada 1980-an. Ini relevan diadopsi di Sumut,” katanya.
Berdasarkan survei Indo Barometer pada 4-10
Februari 2018, persaingan antara calon gubernur/wakil gubernur Sumut sangat
ketat. Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dipilih 26,00% responden,
disusul Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah 25,8%, dan Jopinus Ramli Saragih-Ance
Selian 8,4%.
Namun, terdapat 39,8% responden atau
mayoritas pemilik suara yang belum memutuskan, menjawab tidak tahu, dan rahasia
saat ditanyakan siapa cagub-cawagub pilihan mereka.
Sampel dari jajak pendapat tersebut adalah
800 warga Sumut yang memiliki hak pilih. Marjin kesalahan rata-rata sebesar +/-
3,46% pada tingkat kepercayaan 95%.
Pasangan Djarot-Sihar diusung oleh Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan.
Edy-Musa diusung oleh koalisi besar a.l.
Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Hanura, dan Partai Amanat Nasional.
Adapun, J.R. Saragih-Ance—yang tengah
menggugat status tidak memenuhi syarat—diajukan oleh Partai Demokrat, Partai
Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.
Idrus menuturkan permasalahan di Sumut sangat
kompleks sehingga membutuhkan kepemimpinan tegas dan berkualitas.
Ia menilai kualifikasi tersebut hanya bisa
dihasilkan dalam sebuah kontestasi berkualitas.
“Komitmen kami sebagai pendukung, kontestan
bersaing secara kualitatif dalam pertarungan yang berkualitas,”
pungkas Idrus.[dw]

Komentar Facebook

Baca juga:  Pemprovsu Gencarkan Gerakan Selamatkan Sei Deli