KPU Binjai: Warga Binaan yang Tak Punya KTP Akan Diberi Formulir A5

 Gambar terkait
Binjai, SUMUTSATU.COM — KPU Kota Binjai
menuai kendala dalam hal pencocokan data daftar pemilih warga binaan di Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai. Sebab, hampir 99 warga binaan di Lapas
Klas II A Binjai pun tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Kami masih melakukan
pendataan untuk warga yang domisilinya Binjai,” kata Komisioner Divisi Sumber
Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai Labayk Simanjorang,
Selasa (27/3) seperti dilansir edisimedan.com.
Hal itu serupa dengan
yang terjadi di Lapas Tanjunggusta. Hampir semua warga binaan tak memiliki KTP.
Dampaknya, para napi akan kesulitan menggunakan hak suaranya di Pilgubsu 2018.
Namun, Labayk menepis
jika disebut para napi tidak dapat menggunakan hak suaranya. Menurut dia, KPU Binjai memberikan solusi dengan memberikan formulir A5 untuk warga yang
memilih bukan didomisilinya.
Labayk mengatakan warga
binaan Lapas Binjai banyak tak memiliki Nomor Induk Kependudukan yang tercantum
dalam KTP. Sebab, identitas seorang warga binaan itu adalah surat dari
kepolisian yang dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus yang
menjeratnya.
Oleh sebab itu,
Labayk juga mengharapkan peran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Binjai
guna memudahkan pendataan dan pencocokan daftar jumlah pemilih.
“Dari sana (Lapas
Binjai) sekitar 400-an warga Binjai (sebagai warga binaan). Angka pastinya saya
tidak ingat, enggak pegang data. Petugas kami juga yang di (Kelurahan)
Limaumungkur kesulitan mendatanya,” katanya.
Berdasarkan data dari
Lapas yang diterima KPU Binjai, jumlah warga binaan mencapai sekitar 1.600-an
orang. Disoal jumlah pasti daftar pemilih di Lapas Binjai kapan keluar, Labayk
belum dapat memastikan.
“Karena masih
pendataan. Saya lupa tanggal pasti kapan pemuktahiran terakhir jumlah pemilih.
Tapi masih ada waktu melakukan pendataan,” jelas Labayk.
Menanggapi hal ini, Kepala
Lapas (Kalapas) Klas II A Binjai, Budi Argap Situngkir menyatakan, KPU terus berkoordinasi
dan mendata jumlah napi yang berdomisili di Kota Rambutan guna menetapkan
daftar pemilih sementara. Namun, hingga saat ini, hasilnya belum diketahui
untuk warga binaan yang ditetapkan KPU Binjai masuk dalam daftar pemilih
sementara (DPS).
Namun, Budi tak dapat
menjelaskan jumlah warga binaan yang berdomisili di Kota Binjai. Sebab,
pendataan yang menelan waktu dan menguras tenaga itu cukup merepotkan.
“Karena bukan itu
saja kerjaan kami. Tapi kami tetap mendatanya bersama KPU. Sudah ada beberapa
kali dengan KPU mendata napi yang domisili di Binjai. Akhir bulan ini, mungkin
selesai pendataan warga binaan domisili Binjai,” jelasnya.
Untuk diketahui, KPU
Binjai menetapkan sebanyak 176.781 DPS ditetapkan KPU Kota Binjai untuk Pilgubsu
2018. DPS tersebut sama dengan data Daftar Pemilih Hasil Pemuktahiran (DPHP).[dw]

Komentar Facebook

Baca juga:  Puan Maharani Temu Ramah dengan Guru Se-Sumut