KPU: Caleg yang Diitetapkan Jadi Tersangka Tidak Bisa Diganti Jika Sudah Masuk DCT

Image result for Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari
Jakarta, SUMUTSATU.COM — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari menyatakan pihaknya tidak bisa
mengganti calon anggota legislatif yang ditetapkan menjadi tersangka jika telah
masuk daftar calon tetap (DCT). Hal tersebut telah tertuang dalam Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilihan Umum.
“Caleg,
kalau masih di DCS (daftar pemilih sementara), bisa diperbaiki oleh partai atau
bisa diganti. Tapi, kalau sudah di DCT tidak bisa diganti,” katanya,
Jakarta Pusat, Kamis (29/3).
Hasim mengatakan
bahkan calon legislatif tidak bisa diganti jika dia ditetapkan sehari sebelum
penetapan DCT. Namun, bagi mereka yang ditetapkan menjadi tersangka, namanya
akan dikosongkan pada kertas suara.
“Tidak bisa
digantikan atau digeser namanya di kertas suara. Hanya dikosongkan saja
namanya. Sebab, kalau digeser bisa mengubah komposisi urutan di kertas
suara,” ujarnya.
Anggota KPU Viryan menuturkan masalah penggantian
caleg yang menjadi tersangka memang sedang dipertimbangkan. Namun, kata dia,
hal tersebut belum pasti akan dimasukkan ke Peraturan KPU tentang pencalonan
yang masih dibahas.
“Bahkan
kami membahas juga bagaimana kalau caleg melakukan tindak pidana berkaitan
dengan anak, bagaimana jika menjadi tersangka korupsi, bagaimana kalau dia juga
menjadi tersangka KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) itu masih dibahas
(penggantiannya),” ucapnya.[am]

Komentar Facebook

Baca juga:  Bawaslu Akan Panggil Perindo Terkait Iklan Kampanye