Golkar Sumut Siap Antarkan Jokowi-Airlangga ke Istana

Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Samsir Pohan (kanan) siap mengantarkan Joko Widodo dan Ketum Golkar Airlangga Hertanto ke Istana pada Pilpres 2019 mendatang. Keyakinan ini disampaikan dalam diskusi dengan tema “Peluang Partai Golkar Pada Pemilu 2019, berkaca pada hasil Pilkada 2018”, Selasa (10/7/2018).



SUMUTSATU.com, MEDAN – Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Samsir Pohan siap mengantarkan Joko Widodo dan Ketum Golkar Airlangga Hertanto ke Istana pada Pilpres 2019 mendatang. 

Keyakinan ini berdasarkan dari kontestasi Pilkada yang berlangsung secara serentak di Indonesia dimana pasangan calon kepala daerah terpilih 30 persennya diantaranya berasal dari kader Golkar.

Baca juga:  Sprindik Setya Novanto Tersangka PON Riau Beredar

Sebagaimana disampaikan Samsir Pohan usai acara diskusi yang dilaksanakan Komunitas @Tentang Golkar hendak menyelenggarakan diskusi dengan tema “Peluang Partai Golkar Pada Pemilu 2019, berkaca pada hasil Pilkada 2018”, Selasa (10/7/2018).

Dalam pemilihan Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Muda Rajekshah, Golkar meraih dukungan 1 juta suara untuk pasangan tersebut, yang diharapkan pada Pemilihan Legislatif mendatang 800 ribu suara atau perolehan kursi semula 17 di DPRD Sumut pada Pileg 2014-2019 ini pada 2019-2024 bisa meraih 21 kursi.

Kemudian ada 181 kursi di DPRD Kabupaten/Kota di Sumatra Utara untuk mewakili 17 sampai 18% suara dan ini akan terus bertambah.

Baca juga:  Djarot Janji Akan Selesaikan Sengketa Lahan di Sumut

Sementara itu, dua pembicara yang hadir diantaranya Faisal Andri Mahrawa , Founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia dan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Sumatera Utara (KIPP Sumut) Ferdiansyah Putra, meminta partai Golkar tidak berpatokan pada hasil pilkada.

Menurut keduanya, klaim tersebut tentu tidak seluruhnya dari Golkar namun juga dari pendukung partai lain, meski tidak dapat dipungkiri bahwa dari peserta kontestasi tersebut berasal dari partai Golkar.

Ferdiansyah juga menegaskan, bahwa sosok juga menjadi penentu menang suatu partai politik, tentunya tidak terlepas dari konsolidasi yang dilakukan.

“Sebab kita tahu pada Pilgubsu pasangan Eramas hanya unggul di 17 kabupaten/kota dan Djoss 16 kabupaten/kota, sehingga penempatan orangnya ini harus sesuai dengan karakter yang mampu berkomunikasi dengan masyarakat di sekitarnya,” ujar Ferdiansyah Putra.

Baca juga:  MNC Group Cabut Iklan Perindo di Tiga Stasiun Televisi Setelah Disurati Bawaslu

Hal senada juga disampaikan Faisal. Menurutnya, meski Golkar merupakan partai yang memiliki segudang kemampuan dalam dunia politik, namun tetap harus jeli melihat situasi.

Karena apa pun cerita masalah politik Identitas juga menjadi suatu tantangan bagi partai politik tidak hanya golkar semata.

“Untuk itulah kita harapkan, kontestasi para calon legislatif mampu mengakomodir dan memahami masyarakat pemilihnya,” ucap Faisal. [ams] 

Komentar Facebook