Promo Chinese Set Menu GranDhika Setiabudi Berlanjut

Corporate Marcomm Manager Hotel GranDhika Indonesia Ancha didampingi Personal Assistant to GM Hotel Grandhika, Jesica Rismauli saat memperkenalkan Hotel GrandDhika pada wartawan, Kamis (6/2/2020) sore.

MEDAN – Banyaknya permintaan dari pelanggan, Hotel GrandDhika Setiabudi Medan memperpanjang promo Chinese Set Menu yang ditawarkannya sejak awal Januari 2020. Hal ini diungkap Corporate Marcomm Manager Hotel GranDhika Indonesia Ancha usai Media Gathering dengan wartawan, Kamis (6/2/2020) sore.

Dia mengatakan Chinese Set Menu ini adalah salah satu sajian andalan food and beverage (FnB) di hotel ini. Sebenarnya, promo Chinese Set Menu ini sudah ditawarkan sejak awal Januari lalu. Namun karena tingginya permintaan promo terus diperpanjang. Apalagi Chinese Set Menu ini sudah sangat familiar di lidah masyarakat Kota Medan, tak hanya etnis Tionghoa, namun juga warga Medan umumnya.

Baca juga:  XL Axiata Luncurkan Fitur XTRA UNLIMITED TURBO

“Ada tujuh menu di Chinese Set Menu ini mulai dari makanan pembuka hingga hidangan penutup. Untuk signature dish nya mulai dari ayam saus mangga, nasi goreng khas yang menggunakan bahan-bahan dari China. Selain itu ada ikan steam. Chinese Set Menu ini, ditawarkan dengan harga Rp 206 ribu per orang,” ungkap dia.

Ditambahkan Ancha, selain promo Chinese Set Menu, Hotel GranDhika Setiabudi Medan kini juga memiliki promo untuk Hello 2020 yang berlaku hingga Maret 2020.  Promo ini  berlaku untuk kamar dengan harga Rp 600 ribu. Ada pula Family Hotpot seharga Rp 206 ribu per lima orang dan gratis satu orang.

Baca juga:  Tiket Mudik Kereta Api Sudah Bisa Dipesan Sejak 14 Februari 2020

“Kita juga berpartisipasi dalam Medan Great Sale dengan memberikan diskon untuk kamar. Pengunjung cukup membayar Rp 430 ribu dari harga Rp1.388.000 juta. Untuk FnB kita juga memberikan harga spesial,” terangnya.

Dalam kesempatan ini Ancha menuturkan, manajemen hotel optimis okupansi hotel akan semakin baik pada tahun 2020. Ini didukung pemerintah untuk memajukan pariwisata di Kota Medan. Selain itu harga tiket pesawat juga tidak semahal tahun lalu.

“Masyarakat juga sudah semakin akrab dengan objek-objek wisata yang ada di Kota Medan sehingga bisa memicu pertumbuhan kunjungan ke Kota Medan. Kami menargetkan ada kenaikan 10 hingga lebih dari 25 persen untuk okupansi hotel tahun ini,” jelas Ancha.

Baca juga:  Cegah Corona, Gerakan Bergotong Royong Lakukan Penyemprotan Disinfektan Gratis

Hingga kini tingkat okupansi pada Januari hotel ini mencapai 70 persen. Terkait dengan adanya pembatasan penerbangan dari dan ke China sampai saat ini belum berdampak pada pemesanan kamar hotel. “Sebenarnya itu juga bukan target pasar kita. Memang ada tamu dari negara tersebut tapi belum banyak,” tukasnya. [lulu]

Komentar Facebook