APRDI Minta Masyarakat Tak Hilangkan Kepercayaan pada Pasar Modal

[internet]

MEDAN – Belakangan ini industri pasar modal diwarnai pemberitaan media seputar reksa dana dan manajer investasi, berawal dari sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada sejumlah Manajer Investasi pengelola reksa dana yang beroperasi tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

Kepala BEI Kantor Perwakilan Medan, M Pintor Nasution menjelaskan, atas situasi ini, Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menyampaikan pernyataan agar masyarakat tidak merasa khawatir dan kehilangan kepercayaan kepada pasar modal Indonesia.

“Dewan APRDI memaparkan, reksa dana adalah produk investasi yang diatur dan diawasi secara ketat oleh regulator, yakni OJK,” ujarnya , Jumat (28/2/2020).

Baca juga:  Tingkatkan Efisiensi, Pertamina MOR I Raih Platinum PTKAM

Perlindungan ini diberikan agar masyarakat dan investor yang akan dan telah menginvestasikan dananya terlindungi dari praktik pengelolaan dana di pasar modal yang tidak sesuai aturan. Pengawasan OJK juga dilakukan untuk memastikan terselenggaranya kegiatan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien.

Dewan APRDI secara konsisten telah dan akan selalu mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan di industri reksa dana, untuk selalu menjaga agar industri ini tetap tumbuh secara sehat dan berkesinambungan. Dengan industri yang sehat diharapkan kepercayaan masyarakat akan semakin besar dan luas, dan menjadi salah satu industri yang dapat dibanggakan.

Baca juga:  Tambang Emas Martabe Dukung PWI Gelar Uji Kompetensi Wartawan Pertama di Tapanuli Tengah

Dalam praktiknya masing-masing, manajer investasi mempunyai strategi dan taktik dalam mengelola portofolio dengan memasarkan reksa dana yang diterbitkannya untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Namun ditegaskan, Dewan APRDI tidak dapat mentoleransi jika strategi dan taktik pengelolaan portofolio dan pemasaran reksa dana tersebut dilakukan dengan cara-cara yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apalagi melupakan aspek integritas dan profesionalisme, serta mengabaikan prinsip-prinsip manajemen risiko dan good corporate governance.

Dewan APRDI mendukung langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan OJK dalam menegakkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena hal ini selaras dengan tujuan Dewan APRDI yaitu menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan berkesinambungan.

Baca juga:  Ribuan Paket Program Kebahagiaan Ramadhan Terdistribusi ke Warga

Dewan APRDI berharap permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini tidak menyurutkan minat investor untuk tetap berinvestasi melalui reksa dana. Masih banyak reksa dana yang dikelola dan dipasarkan sesuai aturan yang berlaku, dengan mengedepankan aspek integritas dan profesionalisme, serta menerapkan prinsip manajemen risiko yang kuat. [Lulu]

Komentar Facebook