PEMUDA LIRA SUMUT : Minta Dinas LH Sumut Awasi Pengelolaan Limbah Medis Yang di Hasilkan Oleh Rumah Sakit Rujukan Covid -19

Sumut – Fachroel Rozi, SH Sekretaris DPW Pemuda Lira Sumatera Utara, Meminta kepada kepala dinas lingkungan hidup Provinsi Sumatera Utara, untuk mengawasi proses pengelolaan limbah medis yang di hasilkan rumah sakit rujukan covid pasien bertambah karena banyaknya pasien dari dalam dan luar kota medan yg di rawat di rumah sakit rujukan covid 19, dalam hitungan per hari nya jumlah limbah medis yg di hasilkan oleh pasien penderita covid 19 di perkirakan sekitaran 10 kg per hari/ orang. Dengan jumlah penderita yg mencapai ribuan orang sudah tentu limbah medis / inveksius yg di hasilkan mencapai ribuan kilo/ hari.

Baca juga:  Staf Danamon Ini Minta Maaf Sudah Memecat Sekuriti yang Solat Jumat

“Apabila pengelolaan limbah medis ini tidak di kelola dan diawasi dengan baik sesuai dengan PP 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun maka bisa terjadi masalah baru bagi kesehatan masyarakat.

Baca juga:  Sihar: Daerah Hamparan Perak Harus Jadi Daerah Khusus Sejarah

Untuk itu kami ( pemuda lira sumut ) meminta kepada dinas lingkungan hidup Provinsi Sumatera Utara agar menindak secara tegas bagi transporter / pengangkut limbah medis yang nakal tidak melaksanakan pengelolaan sesuai dengan regulasi dan meminta kepada GAKUMDU wilayah 1 Sumatera untuk mengawasi proses pemusnahan limbah medis dari sumatera utara sampai ke pemusnah di pulau jawa, semua berjalan sesuai dengan aturan limbah medis harus dimusnahkan sesuai regulasi di buktikan dengan closing manifase yang di tanda – tangani dan di stempel oleh perusahaan pemusnah limbah yang mendapat izin pemusnahan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup ( Kemen LH ).

Baca juga:  BNI Syariah Siap Menerima Pelunasan Haji Melalui Non Teller

“Harapannya agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara peduli dan maksimal dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan limbah medis yang ada di provinsi sumatera utara,”Ucap Fachroel Rozi, SH.(Ari)

Komentar Facebook