Limbah B3 dari Bengkel Kota Medan, Harus Dikelola Sesuai dengan UU 32 Thn 2009

Medan – Bachtiar Ketua DPW Pemuda LIRA Sumut mengatakan Bahwa UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 59 ayat (7). Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.

Sesuai dengan temuan sidak lapangan Kepala Dinas LH Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis ada ditemukan ceceran limbah oli kotor di drainase yg berasal dari salah satu bengkel Mobil di Jalan SM Raja.

Baca juga:  Soal Peretasan WA, PMII Sumut: Pengakuan Akhyar Provokatif

Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, limbah oli kotor dari kegiatan bengkel merupakan limbah B3 sangat berbahaya bagi kesehatan manusia & merusak lingkungan.

Oli kotor itu jenis limbah B3 ( bahan berbahaya beracun ) memiliki karakteristik mudah menyala/ terbakar.

“Pemuda Lira Sumut menghimbau kepada seluruh pengusaha bengkel untuk segera melakukan perbaikan dalam tata cara pengelolaan limbah yang di hasilakan harus sesuai dengan undang undang, juga harus segera membuat dokumen lingkungan seperti AMDAL, UKL – UPL dan SPPLH

Baca juga:  Akrabnya Mama Bobby dan Aulia, Mohon Dukungan untuk Anak-anaknya

( Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup ) dan melakukan penyimpanan limbah B3 di TPS ( Tempat penyimpanan sementara ) segera membuat kerjasama dengan pihak Pengangkut dan Pengumpul limbah B3 yang memiliki izin resmi Limbah B3 harus di angkut oleh transforter yang memiliki izin dari kementrian lingkungan hidup, memiliki dokumen manifase limbah B3 yang di keluarkan kementrian lingkungan hidup melalui pihat pengangkut,”Tegasnya.

“Kami meminta kepada Dinas LH kota medan agar melakukan pengawasan terhadap pengangkut limbah B3 bagi yang tidak memiliki izin agar di tindak tegas..

Baca juga:  Kesawan The Movie : Syuting Perdana 'Dikompas' dan Diguyur Hujan

Perbuatan itu merupakan kejahatan terhadap lingkungan , perlu kami sampaikan bahwa tidak ada perusahaan pemanfaat oli kotor yg memiliki izin di kota medan, bisa jadi oli kotor di kelola tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Negara ini,” Ucap Bachtiar.(Ari)

Komentar Facebook