HUT Ke-4, GranDhika Setiabudi Gelar Fun Bike

Fun Bike yang diselenggarakan Hotel GranDhika Setiabudi Medan, akhir pekan lalu. [istimewa]

MEDAN – Dalam HUT ke-4 Hotel GranDhika Setiabudi Medan, akhir pekan lalu. Mengusung tema Fun, Health, Togetherness, digelar kegiatan Fun Bike yang dihadiri oleh partner bisnis dari beberapa Perusahaan, Instansi Pemerintahan dan Rekan Media. Para peserta memasuki hotel dengan mengikuti protocol Kesehatan. Peserta juga diwajibkan memakai masker.

General Manager Hotel GranDhika Setiabudi Medan, M. Arsyad menjelaskan pada moment ini manajemen hotel mengajak berbagi kebersamaan dengan mengunjungi dan mendokumentasikan di 4 ikon Medan yaitu Istana Maimun, Mesjid Raya Medan, Kantor Pos Medan dan Monumen Lokomotif Deli Spoorweg Maatschappij.

Mengambil start di area teras Hotel GranDhika Setiabudi Medan dengan rute perjalanan yaitu Jl Jamin Ginting – Jl Mongonsidi – Jl Juanda – Jl Brigj Katamso – Istana Maimun – Mesjid Raya – Jl SM Raja – Jl Pandu – Jl Pemuda – Kesawan – Ktr Pos – Sta KA – Jl Balai Kota – Jl Gatot Subroto – Jl Iskandar Muda – Jl Gajah Mada – Jl Sei Btg Hari – Titi Bobrok – Jl Setiabudi – Hotel GranDhika Setiabudi Medan. Semua peserta terlihat bersemangat menikmati seluruh rute Fun Bike yang dilalui dengan jarak kurang lebih 18 KM.

Baca juga:  Sambut New Normal, Hotel GranDhika Indonesia Terapkan Protokol Baru

 

“Harapan kedepannya semoga Hotel GranDhika Setiabudi Medan tetap eksis di dunia perhotelan, semakin sukses, dapat memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat dan mampu mempertahankan kebersamaan dengan partner bisnisnya,” terangnya.

 

Okupansi GranDika Setiabudi Mulai Menggeliat

 

Sementara itu, tingkat hunian kamar hotel di GranDhika mulai menunjukkan peningkatan. Setelah 4 bulan kehilangan tamu karena terhentinya kegiatan wisata, okupansi hotel kini mulai menggeliat.

Baca juga:  Pra Pelantikan, IOSKI Sumut Adakan Lomba Senam Kreasi Daerah Virtual

 

Menurut public relationnya, Jesica Rismauli sejak pemerintah mengumumkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, okupansi kamar hotel menunjukkan peningkatan. “Kami selama masa tanggap darurat tidak libur, tapi okupansi drop. Kini sudah mulai membaik hingga 30 persen per hari,” terangnya, Rabu (29/7/2020).

Pengunjung ini diungkapkan Jesica rata-rata memang warga Kota Medan yang memilih staycation atau liburan di daerah sendiri. “Banyakan pengunjung ini datang bersama keluarga nya ya,” jelas dia.

Kata Jesica, kepada pengunjung hotel juga diterapkan protokol Kesehatan. Dimana di teras hotel telah disediakan wastafel dan hand sanitizer lalu sebelum masuk hotel juga dilakukan pengukuran suhu badan.

“Lalu ada barcode untuk pengisian data diri di resepsionis seperti misalnya ada keterangan yang harus diisi apakah pengunjung pernah 14 hari sebelumnya ke luar negeri atau ke luar kota. Dan di setiap.outlet-outlet disediakan hand sanitizer. Tak ketinggalan stiker social distancing di toilet juga kita pasang stiker ini,” jelasnya.

Baca juga:  Railink Hentikan Operasi Kereta Api Hingga 31 Mei 2020

 

Akibat penurunan okupansi beberapa waktu lalu, hingga kini hotel GranDhika memberlakukan diskon. Dimana bisanya kamar ukuran superior Rp 700 ribu diturunkan harganya menjadi sekitar Rp 400 ribu.

 

Pengguna ruangan meeting juga sudah mulai meningkat. Meski pengunjung terbatas lantaran tidak boleh beramai-ramai. “Jadi palingan peserta meeting hanya 15 orang dan memeting secara virtual seperti webinar. Saat ini yang dominan itu ini intimate wedding atau undangan terbatas untuk pihak keluarga saja,” tandasnya. [Lulu]

Komentar Facebook