Menuju, 25Tahun dan Keempat

Oleh: Indra J Piliang.

Medan – Ibarat estafet, 25 thn ke depan adalah etape terpenting dalam meraih kemenangan satu abad kemerdekaan.

,Indonesia tidak diperjuangkan dengan segenap jiwa dan raga sebagai negara yang bakal binasa hanya dalam satu – dua – tiga generasi.

Indonesia bukan pula reinkarnasi dari jiwa-jiwa sejumlah negara yang sudah dikuburkan oleh sejarah.

Tapi, Indonesia diletakkan dalam peta bumi strategis justru sebagai titik sentral yang seimbang bagi alam dan manusia, bagi bumi utara dan bumi selatan, bagi dunia timur dan dunia barat.

Baca juga:  Marzuki Usman: Tahun Politik Tak Akan Pengaruhi Jalannya Investasi

Tidak bisa tidak, kepastian tampil di podium sebagai negara yang minimal pemegang piala 25 tahun lagi, adalah target yang wajib diraih dengan sepenuh energi perjuangan.

Bonus demografi dengan jumlah angkatan muda yang lebih tebal adalah karunia tak terhingga guna menggapai kemenangan itu.

Baca juga:  Dialog Publik KNPI Sumut: Kolaborasi Harus Jadi Arus Utama Gerakan Pemuda

Menang dalam merayakan 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045 nanti, yakni menjadi negara yang kuat secara ekonomi, berarti berada pada jajaran Liga Champion antar negara dalam lima abad kemudian.

Beranikah kita menukarkan kesejahteraan lima abad generasi Indonesia nanti dengan berjuang lebih spartan dan trengginas — tentu dengan banyak pengorbanan — dalam 25 tahun mendatang?

Baca juga:  Menuju Pikada Tanjungbalai, Konflik Horizontal Harus Selesai

Kami, Perhimpunan Sang Gerilyawan Nusantara hadir untuk memastikan itu!

Pilihan melatih dan mengorbitkan talenta-talenta usia muda terbaik guna adu sprint dalam etape terakhir 25 tahun keempat dari bumi nusantara adalah bentuk dari pengorbanan kami atas upaya mengejar keuntungan pribadi bagi diri sendiri.

Ketua Umum Sangga Nusantara 2020-2024

Komentar Facebook