Kontribusi Sumut 24,35% dalam Pertumbuhan Ekonomi Pulau Sumatera

MEDAN-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Wiwiek Sisto mengatakan Sumatera Utara (Sumut) berkontribusi sebesar 24,35% di triwulan II 2020 untuk pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

 

“Sumut telah berhasil memposisikan diri sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Sumatera dengan kontribusi sebesar 24,35% pada triwulan II tahun 2020 serta merupakan pintu gerbang Wilayah Barat Indonesia. Atas peluang tersebut infrastruktur penunjang investasi terus dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah,” kata Wiwiek, Kamis (24/9/2020).

 

Baca juga:  Terindikasi Covid-19, Bank Mandiri Imam Bonjol Ditutup Sementara

Wiwiek menambahkan BI bersama pemerintah daerah terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Sebab investasi merupakan salah satu komponen terpenting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

 

“Realisasi investasi yang matang dapat menciptakan lapangan kerja baru serta memberikan multiplier effect pada perekonomian yang secara eksplisit dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menekan tingkat pengangguran,” sebutnya.

 

Menurut Wiwiek di tingkat daerah, Bank Indonesia terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Melalui organisasi lintas instansi yaitu North Sumatra Invest (NSI), Pemerintah Daerah tak henti menggali berbagai potensi yang ada di daerah.

Baca juga:  Ditengah Wabah Corona, Sumut Berpeluang Cetak Inflasi

 

“Selain itu, NSI berupaya memberikan kemudahan bagi investor dalam hal perizinan usaha melalui digitalisasi perizinan. Beberapa concern utama investor atas kondisi iklim investasi di Indonesia yakni regulasi investasi sebesar 45%, ketersediaan infrastruktur sebesar 20%, tenaga kerja sebesar 18%, kondisi sosial 7%, dan 9% sebagainya,” paparnya.

 

Wiwiek juga memaparkan update mengenai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) atas kondisi pandemi Covid-19 ini. Bank Indonesia melihat optimisme rebound aktivitas ekonomi melalui digitalisasi baik bagi konsumen maupun pedagang/ merchant di berbagai sektor.

Baca juga:  Data Ekonomi AS Memburuk, Jadi Kabar Buruk Bagi Investor

 

“Pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik maupun tanpa tatap muka. Saat ini Sumatera Utara berada di posisi ke-6 provinsi dengan jumlah merchant tertinggi sebesar 190.061 merchant dengan pangsa 4,12%,” pungkasnya. [Lulu]

Komentar Facebook