5 Tahun Kepemimpinan PADI, Umar Lubis: Terimakasih dan Mohon Maaf

Labuhanbatu – Hari ini 17 Februari 2021, Kepemimpinan Pangonal Harahap dan Andi Suhaimi Dalimunthe atau disingkat PADI telah berakhir. Jika diingat 5 tahun yang lalu, pasangan PADI berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2015.

Saat itu, pasangan PADI diusung oleh empat Partai Politik (Parpol), yakni PKB, PDI Perjuangan, PBB dan PKS. Berkat strategi yang matang dari Tim dan juga para Ketua partai pengusung, akhirnya pasangan PADI berhasil mengalahkan petahana saat itu, yang dipimpin oleh Dr. Tigor Panusunan Siregar. 

Pasca dilantik 17 Februari 2016. pasangan PADI langsung tancap gas dengan menjalankan program pro rakyat yang telah disusun oleh partai pengusung. Tahun pertama PADI memimpin Labuhanbatu, infrastruktur jalan di perkotaan hingga desa langsung di perbaiki. Selain itu, para nelayan di pesisir pantai mendapatkan bantuan kesejahteraan. Tak hanya itu saja, pasangan PADI juga merencanakan Pembangunan Taman Kota di Eks Pasar Baru Rantauprapat. Bahkan, mereka sudah mendesain pembangunannya.

Baca juga:  Nawal : Kaum Ibu Fondasi Utama Lahirkan Keluarga Sehat

Pada tahun keduanya, pasangan Padi fokus pada pelayanan bidang kesehatan.Pembangunan gedung baru di RSUD Rantauprapat menjadi prioritas. Tujuannya, agar masyarakat Labuhanbatu tidak lagi berobat ke Medan.

Namun naas, akibat proyek pembangunan itu, Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ditangkap oleh KPK atas kasus suap. Sehingga, tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh wakilnya Andi Suhaimi Dalimunthe.

Namun sayang, sejak Andi Suhaimi Dalimunthe memimpin Labuhanbatu, partai pengusung mulai ditinggalkan. Ia lebih memilih mendengarkan masukan dari ormasnya. Sehingga, strategi pembangunan Labuhanbatu mayoritas berasal dari Ormasnya.

Baca juga:  Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Sumut Capai 36 Persen

Kejadian demi kejadian yang mencoreng nama Labuhanbatu kerap terjadi. Pada tahun 2019, terjadi OTT di Puskesmas Perlayuan. Juga kejadian yang sempat viral di media sosial terkait dengan seleksi Paskibraka. Saat itu seorang anak yatim bernama Koko digugurkan menjadi petugas Paskibraka. Ia digantikan oleh anak Bupati bernama Doni. 

Labuhanbatu kembali dihebohkan oleh peristiwa OTT di Dinas Perkim tahun 2020 yang lalu. Sejumlah uang diamankan oleh petugas Polda Sumatera Utara. Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur juga mengalami hambatan. Banyak jalan berlubang di perkotaan hingga pedesaan. Bahkan, di penghujung kekuasaan PADI, ribuan tenaga kontrak belum menerima gaji selama 3 bulan. Begitu juga dengan tunjangan ASN yang tak kunjung dibayarkan.

Baca juga:  HMI Desak Kapolda Sumut Tuntaskan Kasus OTT Labuhanbatu

Atas kondisi itu semua, Ketua PKB Kabupaten Labuhanbatu Umar Lubis mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Labuhanbatu, atas dukungannya memenangkan Pasangan PADI pada Pilkada Tahun 2015 yang lalu. Namun, Ia juga meminta maaf atas kegagalan pasangan PADI.

“Kami sebagai salah satu partai pengusung PADI mengucapkan ribuan terima kasih kepada masyarakat Labuhanbatu atas dukungannya pada Pilkada tahun 2015. Tetapi kami juga memohon maaf atas kegagalan pasangan PADI selama memimpin Labuhanbatu,” ucapnya saat ditemui wartawan Rabu (17/02/2021).[Ndi]

Komentar Facebook