Terkait Sampah, Fraksi Gerindra Sidak di Pasar Gelugur dan TPA Perlayuan

Tim dari Fraksi Gerindra Sidak di Pasar Gelugur Rantauprapat

RANTAUPRAPAT – Sejak sebulan terakhir, persoalan sampah menjadi sorotan warga Labuhanbatu. Sampah menumpuk di Pasar Gelugur Rantauprapat dan diruas Jalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Perlayuan. Sampah itu menumpuk, akibat petugas kebersihan melakukan mogok kerja. Kondisi itu pun, sempat menjadi viral didunia maya. Sontak, Warganet memberikan kritik pedas dan bully kepada Pihak Dinas Lingkungan Hidup selaku pengelolaan sampah.

Tak hanya itu saja, tumpukan sampah juga terjadi di ruas jalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Perlayuan. 

Namun, beberapa hari terakhir, tumpukan sampah di Pasar Gelugur Rantauprapat terlihat sudah mulai aktif dibersihkan oleh petugas. Bahkan, tumpukan sampah di TPA yang sempat menghadang Jalan, juga mulai dipindahkan dengan menggunakan Alat berat.

Atas kondisi itu, Senin (22/2/2021) sekira Pukul 13.00 WIB, Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Partai Gerindra melakukan sidak ke lokasi. Pertama, mereka sidak di Pasar Gelugur Rantauprapat. Disitu, Para wakil rakyat ini, mendengarkan keluhan dari pedagang. Dimana, para pedagang mengeluhkan aroma bau busuk yang keluar dari tumpukan sampah.

Baca juga:  Pelantikan Ketua AMS Labuhanbatu Periode 2020-2025 Resmi Digelar

“Biasanya, siang begini sudah bersih sampah ini. Tetapi, baunya masih menyengat, ” Ucap pedagang saat ditanya Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Partai Gerindra yaitu, Wakil Ketua DPRD Abdul Karim Hasibuan, Ketua Fraksi Gerindra H.Sudin Satia Raja Harahap,SP H.Fauzi dan anggota Komisi 4 Hj.Maisyarah 

Selepas mendengar keluhan pedagang, Tim menemui petugas dan supir truk yang berada di area tumpukan sampah saat sedang membersihkan area di pasar gelugur.

Baca juga:  BPK Sumut Diminta Audit Ulang LKPD Pemkab Labuhanbatu

“Saya kerja sudah hampir tiga tahun, kami hanya kekurangan jaring penutup ambrol sampah ini, dari 2019 hingga sekarang belum ada jaring,”Ucap Supir Truk bernama Andre.

Saat ditanyai jam dan sistem kerjanya, Ia menjelaskan, dirinya mampu hingga 3 sampai 4 Trip mengangkut sampah setiap harinya. Namun, kendala yang sering dihadapinya adalah karena minimnya jumlah Truk Ambrol.

 

“kalau bisa Truk Ambrol nya ditambah lagi pak, karena truk kita sering rusak,”keluhnya.

Setelah mendengar keluhan pedagang dan Supir truk, mereka melanjutkan Sidak ke TPA Perlayuan. Disitu, mereka berinteraksi dengan mandor alat berat yang ada di TPA Perlayuan.

Dilokasi itu, Tim Fraksi Partai Gerindra juga sempat berkomunikasi dengan mandor alat berat bernama Farul. Dari situ, didapat informasi bahwa beberapa waktu lalu, tumpukan sampah sempat menggunung di TPA seluas 1,6 Hektar ini. Tumpukan sampah terjadi akibat supir truk melakukan mogok kerja. Sehingga, pihak DLH terpaksa menurunkan Alat berat untuk memindahkan sampah yang menggunung.

Baca juga:  Kisruh Jabatan Sekda, Bupati Andi Suhaimi Dilapor Ke Poldasu

“Kita baru dua hari ini menggunakan alat berat pak, dan rencananya akan berlangsung selama 10 hari kedepan,” Ucap mandor alat berat ini.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra H.Sudin Satia Raja menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh dan taat terhadap peraturan daerah.

“Kita juga harus memiliki kesadaran diri bagaimana masyarakat dapat taat dan patuh untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena pemerintah belum bisa menahan lonjakan sampah di Labuhanbatu,”himbaunya.(NDI)

Komentar Facebook