Beasiswa Belum Disalurkan, 2.776 Mahasiswa Labuhanbatu Bernasib Malang

Pantauan Wartawan di Kantor Kabag Kesra Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT–sebanyak 2.776 mahasiswa Labuhanbatu penerima beasiswa bernasib malang. Sebab, dana yang diberikan sebesar 1 juta/ orang hingga saat ini masih belum juga dapat direalisasikan.

 

“Keponakan saya masih butuh dana itu, tapi sampai detik ini belum juga disalurkan,”ucap Syarifuddin Tanjung Senin (01/03/2021).

 

 

Syaiful Bahri yang merupakan warga Rantau Utara juga mengeluhkan atas keterlambatan penyaluran dana beasiswa dan meminta Mantan Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe untuk tidak menjadikan beasiswa sebagai ajang kampanye.

 

 

“Keluarga ku juga belum menerima dana beasiswa itu, jadi kami minta jangan jadikan ini sebagai ajang kampanye,”keluhnya.

 

Baca juga:  Tiga Bulan Tak Digaji, Puluhan Petugas Pengeruk Parit Datangi Dinas PUPR Labuhanbatu

 

Menanggapi hal Itu, Ketua Komisi 3 DPRD Labuhanbatu Arjan Priadi Ritonga mengaku, pihaknya telah berulang kali mengingatkan Pemkab Labuhanbatu agar membayarkan beasiswa tersebut.

 

 

“Kalaupun uang tidak ada, itu menjadi hutang Pemkab Labuhanbatu yang harus dibayarkan. Sebab, ada payung hukum mengatur tentang penerimaan dana hibah,”akunya.

 

 

Saat disinggung, tentang kepemimpinan mantan Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe dalam hal mengelola keuangan daerah, wakil rakyat dari Partai Nasdem ini menjawab kurang maksimal.

 

Baca juga:  KNPI Sumut Pecat Ketua KNPI Tebing Tinggi Terpilih

 

“Menurut pandangan saya, kurang maksimal mantan bupati mengelola keuangan daerah. Beda dengan daerah lain,” jawabnya.

 

 

Anehnya, Kabag Kesra Pemkab Labuhanbatu Sampurna Rambe membantah jika dana beasiswa itu merupakan hutang, meski ada Perbup tahun 2013 mengatur hal itu.

 

 

“Itu bukan hutang, kalau keuanggan kita cukup, maka dibayarkan. Kalau gak cukup, dari mana membayarkannya. Sedangkan dana kesra ASN saja belum dibayarakan,”bantahnya.

 

Baca juga:  MK Bacakan Putusan, 16 TPS di Labusel Lakukan PSU

 

Namun, Kata Sampurna, anggaran beasiswa tahun 2020 sudah ada dan akan segera direalisasikan , jika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperbolehkannya untuk dibayar.

 

 

“Tanggal 10 Maret 2021 BPK akan turun. Kalau kata BPK dibayar, akan langsung dibayarkan. Tetapi, jika tidak, maka akan kita siasati, dengan cara membuat lembaga atau melalui Kampus pemberian dana beasiswa itu. Agar lebih mudah membuat SPJ nya,” tutupnya.(anditan)

Komentar Facebook