Pulau Poncan dan Keindahannya

Warung nelayan di pinggiran pantai Pulau Poncan Gadang. (Istimewa)

PANDAN – Pulau Poncan adalah salah satu pulau di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, jika dipandang dari tepi pantai Sibolga. Pulau ini nampak sangat indah. 

Ya benar saja, pulau poncan yang berada dikawasan Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara ini, jaraknya tidak terlalu jauh dari Kota Sibolga, jaraknya hanya 7 KM dari bibir pantai kota Sibolga dan dapat ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan. Luas pulau poncan sekitar 500 ha. Pulau Poncan ini ada dua bagian, yakni Poncan Gadang dan Poncan ketek. 

Pulau poncan terlihat bersih dengan warna laut biru menyerupai birunya langit, pinggiran pulau ini ditumbuhi pohon kelapa dengan berbagai tumbuhan hijau yang terlihat sangat indah.

Baca juga:  Anak Panti Diedukasi Jadi Apocil

Di pinggiran Poncan Gandang terlihat ada warung beratapkan rumbia, warung ini biasanya menjadi tempat para nelayan bersandar untuk beristirahat, sembari menyeruput kopi dan menikmati gorengan, menunggu melanjutkan perjalanan. 

Bukan cuman nelayan saja, kadang para pemancing ikan kerap menepi di pulau ini, mereka menikmati keindahan laut yang dihiasi dengan bagan panjang dan perahu yang lalu lalang.

Sementara, di Poncan ketek, tersedia penginapan bagi mereka yang ingin menginap, suasananya tenang dan cocok dijadikan sebagai obat menenangkan diri. 

Disisi lain, menurut sejarah, awalnya nama pulau poncan ini dikenal dengan pulau takalo dan berada dikawasan Teluk Tapian Nauli. 

Saat itu, yang menjadi pusat pasar Teluk Tapian Nauli adalah poncan ketek dan semua bisnis perdagangan diadakan di poncan yang kala itu dikuasai oleh Inggris.

Baca juga:  Bantu Ibu Manggang Ikan, Siswa SD Tewas Terbakar

Untuk memuluskan perdagangan di kawasan Teluk Tapian Nauli, Inggris menghunjuk Abdul Muthalib yang dikenal dengan nama Datuk Itam atau Datuk Bandar I sebagai kepala pasar atau Bandar sebutan kala itu. Datuk Itam ini didatangkan dari Bengkulu oleh Inggris tahun 1793. 

Dilihat dilaman akun media sosial Syafriwal El Pasisi salah seorang sejarawan kota Sibolga mengatakan, bahwa nama Poncan terucap karena ketidak mampuan orang pribumi Tapian Nauli dalam berbahasa Inggris. 

Syafriwal menuliskan, bahwa dulu sistim pembayaran perdagangan di Pulau Poncan dilakukan dengan barter (tukar barang), contohnya, Kelapa tukar beras atau sebaliknya. 

Baca juga:  XL Axiata Luncurkan Fitur XTRA UNLIMITED TURBO

Namun, dengan kebijakan Inggris, akhirnya pihak inggris pun mengajak masyarakat di Teluk Tapian Nauli melakukan perdagangan dengan proses barang tukar dengan uang found. yang disebut dengan found sterling change. 

Untuk menyebutkan found sterling change, orang pribumi saat itu selalu bersalahan dan yang selalu terucap adalah found cheng, kadang dengan sebutan fong cang kadang juga pond can dan akhirnya terbiasa dengan ucapan poncan.

Perlahan akibat latahnya pribumi dalam penyebutan found sterling change, lama kelamaan nama pulau takalo terganti dengan nama pulau poncan, hingga saat ini. (romp)

Komentar Facebook