IAKMI Sumut: Dinkes Medan Harus Bisa Sahuti Antusiasme Lansia Soal Vaksinasi

Medan- Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Sumut menggelar webinar series #3. Dihelat pada Sabtu (13/3/2021), diskusi mengambil topik ‘Sayangi Lansia: Strategi Khusus Vaksinasi Covid-19 Terhadap Lansia’.

Didapuk sebagai narasumber yakni Ketua IAKMI Sumut Destanul Aulia, Sekretaris Satgas Covid-19 dr Dyah Agustina Waluyo, Direktur Operasional RS Murni Teguh dr Jong Khai serta dimoderatori oleh Dosen FKM UIN Sumut Tri Niswati Utami.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi yang diminta jadi narasumber, tidak mengonfirmasi kehadiran meski sudah disurati IAKMI Sumut.

Dalam paparannya, Ketua IAKMI Sumut Destanul Aulia mengapresiasi antusiasme lansia mendaftar vaksinasi covid-19.

Pihaknya menegaskan mengambil topik ini karena konsep IAKMI Sumut menghargai peta perjalanan hidup manusia. Yakni menyambut manusia baru, mempertahankan eksistensi bangsa, meningkatkan produktivitas bangsa serta berterimakasih kepada bangsa.

Baca juga:  Pasien Covid dan OTG Tetap Dapat Hak Pilih di Pilkada Serentak

Dosen FKM USU itu pun berharap, Dinkes Medan harus mampu menyahuti antusiasme warga lansia ikut vaksinasi covid19. Sebab masih banyak kendala di logistik stok vaksin.

“Lansia banyak menunggu kapan akan divaksin. Harusnya ini terencana dengan baik. Antara public health dengan public work harus seimbang. Karena kalau target vaksinasi tak tercapai maka akan menimbulkan masalah baru. Sayang sekali Kadinkes Medan tak hadir di webinar ini meski sudah kita undang jauh hari,” ungkap Destanul.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Medan perlu membangun komunikasi publik yang baik. “Informasi mengenai distribusi vaksin dan kendalanya harus pula tersampaikan secara baik ke publik,” kata Destanul.

Baca juga:  Soal Peretasan WA Tidak Dilapor ke Polisi, Akhyar Terindikasi Sebar Hoax

Persoalan di logistik vaksin ini juga diakui Sekretaris Satgas Covid-19 dr Dyah Agustina Waluyo. Untuk itu, pihaknya merencanakan periode vaksinasi covid-19 untuk lansia akan diperpanjang bila belum mencapai target.

“Vaksinasi lansia ini juga memang jadi target utama seperti vaksinasi petugas publik. Karena lansia ini salahsatu yang rentan terpapar covid-19. Makanya kami apresiasi betul gerakan yang dibuat IAKMI Sumut menggaungkan topik ini dalam webinar,” urai Dyah Agustina.

Hanya saja, sambung Dyah, vaksinasi terhadap lansia saat ini masih dilakukan di ibukota provinsi di Indonesia kecuali DKI Jakarta.

“Kalau di DKI semua kotamadya sudah mengalakkan vaksinasi covid ke lansia. Kalau provinsi lain hanya di ibukota provinsi. Ini berkaitan dengan logistik,” kata Dyah Agustina.

Baca juga:  Kebijakan Bantuan Sembako Menuai Kritik Pedagang

Narasumber lainnya Direktur Operasional RS Murni Teguh Medan dr Jong Khai juga mengakui soal kendala logistik vaksin. Hanya saja dia memaklumi karena memang setiap daerah berbeda dinamikanya.

“Maka perlu kerjasama semua pihak karena menangani pandemi ini membutuhkan hal itu,” ungkap dr Jong Khai.

Webinar diikuti sebanyak 70 an peserta. Di antaranya Prof Aman Nasution mantan Dosen FKM USU, Kadinkes Kabupaten Batubara dr Wahid Khusyairi, Herman Shadeck serta para ahli kesehatan masyarakat di Sumut.

Penulis: Wiji Gatsu

Komentar Facebook