Tiga Bulan Tak Digaji, Pengorek Parit Mengeluh

Pantauan Wartawan Parit Tersumbat di Jalan Nenas Rantauprapat

RANTAUPRAPAT–Kasihan benar nasib para petugas pengorek parit di Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu. Pasalnya, sejak bulan Januari hingga Maret 2021, gaji mereka belum dibayarkan. Akibatnya, mereka tidak ada biaya untuk bekerja membersihkan saluran Drainase tersumbat.

 

“Sudah 3 bulan gaji kami belum dibayar bang. Tidak ada uang kami isi minyak untuk bekerja. Makan aja pun terpaksa ngutang di warung,” Bilang seorang petugas pengorek parit yang tidak mau identitasnya diungkapkan, Kamis (18/3/2021).

 

Baca juga:  Kejari Labuhanbatu Eksekusi Kasus OTT Kadis Perkim

 

 

Dijelaskannya, ada 19 orang petugas pengorek parit yang belum dikeluarkan gajinya. 19 orang tersebut, setiap harinya bertugas membersihkan saluran drainase yang tersumbat di wilayah Kota Rantauprapat.

 

 

Baca juga:  Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

 

“Nah, itulah penyebab makanya saluran drainase tidak dibersihkan bang,” Ungkapnya.

 

 

 

Atas Kondisi itu, Pihak DPRD Kabupaten Labuhanbatu selaku lembaga pengawas kinerja Pemkab, diminta agar melakukan penelusuran masalah tersebut serta memberikan solusi agar gaji petugas pengorek parit dibayarkan.

 

Baca juga:  Edy Rahmayadi : Rumah Sakit Jangan Tolak Warga Periksakan Diri

 

 

“Ini lah fungsi kinerja DPRD Labuhanbatu. Mereka harus cepat tanggapi masalah ini. Kasihan, keringat mereka 3 bulan belum dibayar. Mau makan apa keluarga mereka,”Pinta Andi salah satu Jurnalis di Labuhanbatu.(anditan)

Komentar Facebook