IAKMI Sumut Siap Bantu Pemko Medan Tekan Kasus Stunting dan Covid-19

Medan- Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Sumatera Utara bersilaturahmi dengan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman. Bertempat di Ruangan Kerja Wakil Walikota Medan Selasa (16/3/2021), pertemuan fokus membahas kesehatan warga Kota Medan.

Ketua IAKMI Sumut Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD menegaskan pihaknya siap membantu Pemko Medan mewujudkan Medan yang Berkah, Maju dan Kondusif.

Soal persoalan sampah dan kesehatan khususnya Covid19 yang jadi perhatian Bobby-Aulia, IAKMI Sumut menilai hal tersebut perlu didukung multisektor.

“Ego sektoral adalah kendala yang selama ini ada. Maka IAKMI Sumut siap membantu dan menerjunkan kader melalui edukasi dan kampanye,” tegas Dosen FKM USU itu.

Baca juga:  Safari Ramadhan, KNPI Sumut Apresiasi Semangat Pemuda Delitua

Persolan stunting (kasus balita berbadan pendek dan sangat pendek karena gizi) juga diungkap IAKMI Sumut kepada Pemko Medan.

Ditegaskan Destanul, Kota Medan masuk dalam prioritas stunting. Kantong-kantong stunting tersebar di sejumlah kelurahan khususnya yang berada di wilayah utara Kota Medan.

“IAKMI Sumut bersedia melakukan kegiatan percontohan kelurahan dan kecamatan bebas stunting di wilayah tersebut,” tegasnya.

Sebelum ini, IAKMI Sumut sudah menggelar webinar terkait stunting. IAKMI menegasksn pentingnya pengarus-utamaan gizi sebagai pondasi pembangunan bangsa.

Karena stunting bukan hanya soal tubuh pendek dan sebagainya, tapi juga soal masalah kehidupan ke depan.

Baca juga:  Tiga Kali Tahap Vaksinasi, Total 1814 Orang WBP Lapas Labuhan Ruku Terima Dosis Vaksin Tahap 1

IAKMI juga mengajak seluruh pihak serta multisektor untuk sama-sama sepakat bahwa stunting adalah kasus luarbiasa.

Destanul juga menyarakan Pemko Medan memanfaatkan informasi teknologi (IT) memantau layanan kesehatan di Kota Medan.

“Sehingga Walikota dan Wakil Walikota bisa memantau langsung kapan pun di manapun Puskesmas dan Rumahsakit,” ujar Destanul.

Terakhir, IAKMI Sumut memaparkan Tim KAR-C (Kolaborasi Akar Rumput Covid-19) yang baru dibentuk akhir Februari 2021.

KAR-C diharapkan bisa mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat dimulai di tingkat kelurahan.

Sementara itu Wakil Walikota Medan Aulia Rachman menjelaskan, Pemko Medan saat ini berkomitmen untuk menjadikan Puskesmas sebagai pusat tracing atau pendataan awal penyakit apa yang diderita masyarakat. Sebab selama ini Puskemas dinilai hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan untuk warga menengah ke bawah.

Baca juga:  Sebesar 82,64 Persen Masyarakat Puas Soal Pelayanan Publik di Sumut

“Di masa Pandemi Covid-19 Puskesmas sangat dibutuhkan dalam rangka tracing agar dapat bisa mengetahui dan mendeteksi dengan cepat penyakit apa yang diderita masyarakat. Sebab Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang paling depan,” jelas Aulia.

Untuk itu, Aulia Rachman mengharapkan IAKMI Sumut bisa berperan juga dalam mengedukasi masyarakat.

Reporter: Wiji Gatsu

Komentar Facebook