Sekolah Tatap Muka Butuh Peran Ahli Kesehatan Masyarakat

Medan- Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengda Sumut kembali menggelar webinar series#5 pada Sabtu (27/3/2021). Kali ini, webinar mengambil topik ‘Menyongsong Sekolah Tatap Muka Yang Aman, Sehat dan Produktif.”

Hadir sebagai narasumber Ketua IAKMI Sumut Destanul Aulia, Kadis Pendidikan Provsu Prof Wan Syaifuddin MA, Kadis Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit MKes, Ketua PP IAKMI Ede Surya Darmawan serta Sekretaris LPPM USU Mutia Nauly.

Dalam sesi diskusi, seorang peserta menanyakan kesiapan peran IAKMI Sumut jika sekolah tatap muka diberlakukan di Provinsi Sumatera Utara.

Menyahuti itu, Destanul Aulia menegaskan pihaknya siap melakukan audit kesiapan sekolah jika diminta oleh pemerintah.

“Audit ini penting sekali. Kemudian IAKMI Sumut akan melatih tim Satgas Covid-19 di sekolah sehingga siap menyongsong era kesehatan baru,” tegas Destanul.

Baca juga:  XL Axiata Gandeng Pewarta Foto Indonesia Bagikan Sembako untuk Penyandang Disabilitas

Dosen FKM USU itu menambahkan, IAKMI Sumut sedang menjadwalkan pelaksanaan Olimpiade Lawan Covid-19.

“Ini sebagai proses peningkatan pengetahuan para pelajar dalam menyongsong belajar tatap muka,” tukas Destanul.

Sebelumnya pada sesi pemaparan materi, Sekretaris LPPM USU Meutya Nauly MSi.Psikolog menekankan pentingnya menyiapkan sekolah yang ramah anak pada era kesehatan baru.

“Bukan new normal lagi tapi era kesehatan baru, di mana cuci tangan, masker, jaga jarak sudah merupakan hal yang biasa dan kewajiban dalam era kesehatan baru,” kata Mutia Nauly.

Sementara itu, Ketua PP IAKMI Ede Surya Darmawan dalam paparannya mengambil tema Life Post Covid 19 Pandemic: Tahun Ajaran Baru Hidup Sehat Era Baru.

Baca juga:  Polisi Harus Sisir Peredaran Narkoba di Medan Deli

Ede menegaskan pentingnya penyedian lahan terbuka untuk sirkulasi udara di sekolah.

“Selama ini kan satu kelas ada 40 siswa dan ruangan AC tertutup. Ke depan jangan lagi,” kata Ede.

Pada situasi seperti saat inilah, sambung Ede, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dengan ahli kesehatan masyarakat agar sekolah tatap muka bisa berjalan dengan baik dan benar.

“Komunikasi, edukasi, pengelolaan data serta advokasi merupakan hal yang bisa dilakukan ahli kesehatan masyarakat,” tegas Ede.

Dia pun mendorong kesuksesan program vaksinasi. “Masyarakat harus dikuatkan seiring penguatan Puskesmas. Ini jauh lebih penting,” kata Ede.

Sedangkan Kadis Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provsu Hery Valona Bonatua Ambarita, S.Kp, M. Pd, M. Kes.

Baca juga:  Terbanyak di Indonesia, TP PKK Provsu Vaksinasi Untuk Lansia

Dalam paparannya, Hery Valona menegaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.

“Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi COVID-19,” urai Hery Valona.

Hery Valona juga menyinggung protokol kesehatan pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan.

Salahsatu di antaranya pribadi dilarang pinjam-meminjam peralatan, memberikan pengumuman secara berulang dan intensif terkait 5M.

“Melakukan pengamatan visual kesehatan warga satuan pendidikan, jika ada yang memiliki gejala gangguan kesehatan maka harus ikuti protokol kesehatan satuan pendidikan,” urai Hery Valona. (Wiji Gatsu)

Komentar Facebook