Generasi Muda Kota Tebing Tinggi Nyalakan Api Perjuangan Republik

Tebing Tinggi- Pemuda dan mahasiswa di Kota Tebing Tinggi menggelar diskusi tematik terkait Ideologi Pancasila. Dari kegiatan itu diharapkan mampu melahirkan sejumlah alternatif sebagai bagian dari kontribusi generasi muda merawat Republik Indonesia.

Diskusi bertema ‘Generasi Muda dalam memaknai Ideologi Pancasila sebagai api perjuangan Republik’ itu diadakan pada Rabu 2 Juni 2021 di Sekretariat Rembuk Pemuda Indonesia.

Diskusi dihelat atas dasar keprihatinan dan juga keresahan Generasi Muda Kota Tebing Tinggi melihat berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini. Seperti persoalan korupsi Bantuan Sosial bagi masyarakat miskin terdampak Pandemi Covid-19, konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan hingga upaya pelemahan KPK.

Baca juga:  Kinerja IHSG Terkoreksi, Turun 0,69%

Salahsatu peserta diskusi Anton Hutauruk menyampaikan Pancasila 1 Juni yang diperkenalkan Bung Karno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 merupakan sintesa gagasan yang diperoleh dari hasil tarik-menarik antar para pendiri bangsa.

“Hal tersebut digali dari jiwa masyarakat kita dan sekaligus menjadi cita-cita bangsa kita seharusnya semua arah gerak pembangunan Nasional harus mengikutinya,” kata Anton.

Sementara peserta lainnya dari unsur mahasiswa Christo Aldo Manalu menegaskan Pancasila saat ini diharapkan tidak terkesan sebagai simbol semata.

“Mohon maaf seperti hanya formalitas saja, semua mengatasnamakan Pancasila tetapi pada tataran praktik bisa kita lihat sendiri. Inilah yang membuat masyarakat terkhususnya generasi muda menjadi tidak tertarik terhadap Pancasila dan jika terus dibiarkan hal ini dapat berbahaya. Kita tahu bahwa ideologi-ideologi transnasional terus menggerogoti generasi muda kita,” kata Christo.

Baca juga:  Diinisiasi Edy Rahmayadi, Jalan Trans Palas-Madina Ditargetkan Rampung 2022

Di sisi lain, seorang peserta diskusi lainnya Paris Sitohang mengutarakan Pancasila sebagai sebuah ideologi akan selalu relevan sebagai landasan filosofis Pembangunan Nasional.

“Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda bisa menjadikan Pancasila sebagai api juang dalam perjuangan kita menjaga Republik yang kita cintai ini, semua orang memiliki peran dan porsi juangnya masing-masing. Kita harus objektif dan jernih melihat sebuah masalah dan berani menyampaikan kritik,” kata Paris.

Baca juga:  Warga Keluhkan Kondisi Jalan Siringo-Ringo Rantauprapat

Peserta diskusi sepakat hasil dari diskusi ini akan membuat beberapa langkah tindaklanjut. Salahsatunya untuk terus melahirkan diskursus-diskursus alternatif sebagai bagian dari kontribusi generasi muda di dalam merawat Republik Indonesia.

Usai diskusi, peserta melakukan aksi simbolik menyalakan api pada lilin sebagai simbol Generasi Muda Kota Tebing Tinggi berkomitmen menghidupkan api juang Pancasila. (Pramudia)

Komentar Facebook