Diinisiasi Edy Rahmayadi, Jalan Trans Palas-Madina Ditargetkan Rampung 2022

Medan- Pada 2017, Pangkostrad Edy Rahmayadi mulai serius melakukan pembukaan Jalan Trans Palas-Madina. Kini setelah menjadi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menargetkan pengerjaan jalan itu tuntas pada 2022.

Target itu terungkap pada Selasa (15/6/2021) ketika Gubsu tiba di kawasan Simpang Hapung Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas. Didampingi Wabup Palas Ahmad Zarnawi Pasaribu, Gubsu berharap pengerjaan jalan yang menembus ke Pagur Madina tersebut bisa segera tuntas.

Meskipun tidak sampai diaspal sempurna, setidaknya sudah bisa dilalui kendaraan. Dengan harapan masyarakat sudah bisa memanfaatkan jalur ini untuk mempersingkat jarak tempuh dari Padang Lawas menuju Madina.

“Memudahkan masyarakat membawa hasil bumi sehingga perekonomian masyarakat kian terangkat dan semakin makmur,” kata Gubsu.

Pantauan wartawan, Gubsu dan Wabup Palas tampak menelusuri jalan batu dan becek hinggga ke pinggiran sungai tempat jalan terputus. Di situ sudah banyak warga dan unsur Muspika setempat berkumpul.

Baca juga:  Tidak Mau Memikirkan Nasib Warga, Netizen Bully Dishub Labuhanbatu

“Waktu 2016 saya Pangdam I/BB saya mau menembuskan jalan dari Palas ke Pagur Madina. Tapi rencana ini terputus karena saya ke Jakarta. Kemudian saya jadi Gubernur dan rencana ini juga kembali terputus karena refocusing anggaran pembangunan karena covid-19. Mudah-mudahan 2022 bisa tuntas,” ungkap Gubsu.

Sebagaimana diketahui, jalur Palas ke Madina jalan tersebut selama puluhan tahun terhalang hutan. Kondisi itu membuat masyarakat Desa Pagur Kabupaten Mandailing Natal harus bersusah payah menempuh jalan yang jauh dan sempit. Karena itu merupakan akses satu-satunya ke desa mereka dan belum pernah ada usaha perbaikan dari pemerintah selama ini.

Kondisi memprihatinkan ini menggugah hati Edy Rahmayadi yang datang kesana pada saat masih menjabat sebagai Pangdam I Bukit Barisan. Melihat situasi, kondisi dan curhatan masyarakat Edy pun bertekad untuk membangun jalan alternatif yang dapat ditempuh melalui kabupaten Padang Lawas.

Baca juga:  Penyusunan Perencanaan Pembangunan Harus Pertimbangkan Revolusi Industri 4.0

Kemudian pada 25 Oktober 2017, Edy Rahmayadi saat itu menjadi Pangkostrad meresmikan pembangunan proyek jalan yang merupakan proyek kerjasama TNI Manunggal Masuk Desa dengan Kementerian PUPR.

Kini, setelah menjadi Gubsu, Edy Rahmayadi menargetkan pengerjaan jalan tersebut bisa rampung pada 2022.

Informasi dihimpun dari Kepala UPT Jalan dan Jembatan Gunung Tua Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut Marlindo Harahap, jalur ini akan melalui Desa Hapung, Sopo Jaring, Aek Namate dan Oabuar (28,6Km) untuk area Kabupaten Palas. Sedangkan untuk daerah Madina antara lain Aek Nabara, Batu Layap, Aek Gorsing dan Pagur (38,87Km).

Baca juga:  Edy Minta Bapera Sumut Selalu Kibarkan Panji-Panji Pemuda Nusantara

Kondisi jalur ini 60% masih tanah dan sisanya jalan pengerasan, jalan beraspal hanya sampai desa Hapung bila dari Sibuhuan. Jalur ini belum bisa dilalui kendaraan roda 4 karena masih terdapat bukit yang cukup tinggi.

“Yang pertama tentu kita kurangi kecuramannya agar bisa dilalui kendaraan, kemudian kita perbanyak pengerasan jalan. Sesuai kata Pak Gubernur, paling tidak jalan bisa di jalani roda 4,” kata Marlindo di tepi Sungai Wisata Batu Masorpi yang jernih.

Saat ini, menurut Pangaribuan Hutasuhut, warga setempat, masyarakat lebih memilih ke Kecamatan Rao, Sumatera Barat (Sumbar) untuk jual-beli karena aksesnya sedikit lebih baik ketimbang ke Pagur. Karena itu masyarakat setempat sangat mendambakan jalur trans Palas-Madina ini. (D Panyalay)

Komentar Facebook