KAMMI Sumut Kecam Pembuangan Limbah Disungai Merbau

Medan – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Wilayah Sumatera Utara mengecam tindakan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT. Marbaujaya Indahraya, mengakibatkan sungai berwarna hitam. Kejadian menghitamnya sungai itu terlihat pada Sabtu (12/6) pagi dan wargapun tampak heran dan memberikan berbagai macam komentar.

Akhir Rangkuti Ketua Umum KAMMI SUMUT mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu, dirinya dan pengurus KAMMI SUMUT beraudiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara. Disana mereka mendapatkan penjelasan bahwasanya kejahatan perusakan lingkungan hidup lebih berbahaya dari Kejahatan Narkotika.

“Kami mengecam aksi brutal yang dilakukan oleh salah satu Pabrik Kelapa Sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang membuang limbahnya kesungai sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap sungai Marbau” ujar Akhir

Baca juga:  Dinas Perizininan Labuhanbatu Diminta Tinjau Izin Gudang Yang Tak Jelas

“Aksi Brutal ini tidak bisa dibiarkan. Dan Informasi yang kami himpun, kejadian ini bukan kali ini saja terjadi. Kami akan membawa masalah ini ke DPRD Provinsi Sumatera Utara. Kita minta untuk segera di RDP kan”. Lanjut Akhir

Berdasarkan surat teguran yang diberikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan nomor 660/224/DLH-02/2021, menyebutkan PT. Marbaujaya Indahraya telah membuang limbah yang tidak sesuai bakumutu sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Kami apresiasi Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Utara telah tegas mengatakan dalam surat edarannya, bahwasanya perbuatan yang dilakukan PKS tersebut telah mencemari lingkungan. Namun kami juga menyayangkan, sikap yang diambil hanya teguran belaka. KAMMI SUMUT akan kaji lebih lanjut surat edaran ini, jika surat ini bisa dijadikan alat bukti dalam hukum, kita akan melaporkan PKS tersebut ke Polda Sumut agar diproses lebih lanjut dan ditundak secara hukum” tambah Akhir

Baca juga:  Generasi Muda Kota Tebing Tinggi Nyalakan Api Perjuangan Republik

Wira Putra, Sekretaris Umum KAMMI Sumatera Utara yang juga warga Kelurahan Marbau mengatakan kejadian pembuangan limbah seperti ini bukan terjadi hanya sekali.

“Iya kejadian ini bukan sekali. Kita bahkan sudah jenuh untuk memberikan perlawanan. Namun selalu tidak ada hasil. Mungkin sudah tepat jika perkara lingkungan hidup ini kita bawa ketingkat Provinsi. Isu ini harus kita naikkan ketingkat Provinsi pembahasannya. Agar cita-cita menjadikan Sumut Bermartabat benar-benar terwujud. Karena martabat adalah harga diri. Pembuangan limbah pabrik secara brutal seperti ini membuat wajah Sumatera Utara ini tidak bermartabat karena tidak bisa memberikan sanksi terhdap pelaku pencemaran lingkungan”. Tutur Wira Putra yang juga Demisioner Presiden Mahasiswa USU itu.(Ari)

Komentar Facebook