Dihadiri Bobby Nasution dan KNPI Sumut, BEM Nus Siap Kolaborasi Bersama Pemerintah Hadapi Pandemi

BEM Nusantara Sumut menggelar Dialog Publik dengan menghadirkan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dan Ketua KNPI Sumut Samsir Pohan, Sabtu (19/6/2021) di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, di Jalan Bunga Raya No.96, Asam Kumbang, Kota Medan.

Medan – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Wilayah Sumatera Utara (BemNus Sumut) menggelar dialog publik yang dihadiri Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan, Sabtu (19/6/2021) di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, di Jalan Bunga Raya No.96, Asam Kumbang, Kota Medan.

Mengambil tema Peran Mahasiswa Dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Ketahanan Pangan Serta Kondusifitas Sosial Di Tengah Pandemi COVID-19 itu menghadirkan sejumlah narasumber.

Di antaranya Walikota Medan Bobby Nasution dan Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan serta Korda BEM Nusantara Sumut Yusuf Elpa Sagala dan Korpus BEM Nusantara Dimas Prayoga.

Walikota Medan Bobby Nasution mengatakan untuk penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi harus menyelaraskan antara gas dan rem. Artinya, dilakukan formulasi dan langkah untuk mencegah peningkatan angka COVID-19 namun upaya pemulihan ekonomi juga harus tetap berjalan sesuai aturan dan mengikuti protokol kesehatan (prokes).

Bobby Nasution pun mengajak para mahasiswa untuk ikut berkolaborasi dan berkontribusi membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Medan. Sebab, lanjut Bobby Nasution, pandemi COVID-19 tidak hanya memukul sektor kesehatan tapi berdampak pada perekonomian.

Baca juga:  Edy Rahmayadi Hadiri Peringatan HUT Ke-21 Kabupaten Toba

Bobby Nasution menegaskan bahwa penerapan prokes dan stimulus ekonomi berjalan berdampingan agar masyarakat Kota Medan dapat benar-benar bangkit dari pandemi Covid-19.

“Sudah hampir dua tahun kita dilanda pandemi COVID-19 dan semua sektor kehidupan terganggu. Tidak hanya kesehatan, tapi juga perekonomian. Kondisi ini tentunya juga akan berdampak pada kondisi sosial masyarakat,” ujarnya.

“Untuk itu, kami mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk membantu Pemko Medan sebagai pembuat kebijakan untuk sama-sama berbuat bagi masyarakat sehingga stabilitas dan kondusifitas tetap terjaga,” kata Bobby Nasution.

Sebagai contoh, lanjut Bobby Nasution, Pemko Medan membuat kebijakan isolasi lingkungan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Meski demikian, pemerintah tetap menstimulus kebutuhan masyarakat selama diisolasi.

“Ini adalah salah satu langkah kita untuk memutus penyebaran COVID-19. Tapi, secara sosial masyarakat merasa tidak nyaman. Karena apa? Karena aktivitas ekonominya dibatasi. Maka, hal mendasar seperti ini lah yang kami minta kepada pelaku usaha, agar dalam menjalankan usahanya tetap patuh dan taat pada prokes. Jika kesinambungan ini terjaga dengan baik, kita yakin, kesehatan dan pemulihan ekonomi berjalan seimbang,” ungkapnya.

Baca juga:  Mentan Apresiasi Gubsu Jadikan Agraris Prioritas di Masa Pandemi Covid-19

Selain itu, untuk menggairahkan kembali perekonomian di Kota Medan, jelas Bobby Nasution, Pemko Medan fokus melakukan pembinaan, pendampingan dan mewadahi pelaku UMKM. Bahkan, Pemko Medan harus menjadi pasar bagi UMKM tersebut.

“Saya sudah minta kepada seluruh jajaran hingga di tingkat kelurahan, jika ada kegiatan di wilayah masing-masing, maka belanja makan minumnya diambil dari UMKM yang ada wilayah tersebut. Ini salah satu cara kita, agar UMKM bisa naik kelas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Sumut mengingatkan mahasiswa tidak sekadar “mengangkat toa” di jalanan menyuarakan perubahan. Lebih dari itu, mahasiswa mestilah menjadi pelaku perubahan.

Baca juga:  Anggota DPRD Sumut dari Partai Koalisi Konsolidasi Menangkan Bobby Nasution

“Mahasiawa mesti menginspirasi, menjadi pionir dan terjun langsung mengambil peran konkret,” kata Mantan Ketum Badko HMI Sumut.

Pada 28 Mei 2020 lalu, Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyatakan satu dari enam kaum muda berhenti bekerja akibat merebaknya pandemi virus corona (covid-19).

Karenanya, Samsir Pohan menyerukan diambilnya kebijakan besar untuk mendukung kaum muda, termasuk program yang memastikan lapangan kerja/pelatihan yang luas di negara-negara berkembang serta di negara dengan pendapatan ekonomi rendah dan menengah.

“Apa peran yang mesti diambil mahasiswa? Pertama sekali, menumbuhkan kesadaran diri sendiri bahwa dunia sedang mengalami perubahan besar, goncangan di bidang ekonomi dan sosial. Menyadari perubahan, seperti kata Einstein, langkah paling baik adalah beradaptasi dengan perubahan itu,” urai Samsir.

Selain mahir pada disiplin ilmu khusus, sambung Samsir, mahasiswa dituntut “well know” di banyak bidang. Harus memantapkan dan memantaskan diri.(Ari)

Komentar Facebook