Rembuk Pemuda Indonesia: PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional harus dilaksanakan Pemerintah secara konsisten

Medan – Saat ini energi terbarukan sudah mendapatkan porsi yang besar sebagai sumber energi yang dipakai untuk berbagai macam kepentingan seperti Industri, listrik dan juga kendaraan. Negara-negara yang sudah berhasil memakainya diantaranya Inggris, Jerman dan juga Swedia. Pemanfaatan Energi terbarukan di Indonesia sendiri saat ini baru mencapai 11,2 % dari target 13 % yang tertuang di dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Rembuk Pemuda Indonesia sebagai organisasi yang memiliki fokus salah satunya pada isu mengenai iklim dan juga energi terbarukan menginginkan pemerintah bisa konsisten melaksanakan amanat dari Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 disampaikan oleh Anton Hutauruk sebagai Koordinator Umum Rembuk Pemuda Indonesia kepada Sumutsatu.com pada tanggal 21 Juli 2021 “Pemerintah harus bisa mengarahkan kebijakan strategis energi Nasional untuk memberikan porsi yang lebih besar kepada energi terbarukan, apalagi saat ini sudah ada instrumen hukum yaitu PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang mengamanatkan pada tahun 2050 bauran energi nasional harus sudah mencapai 23 %.

Baca juga:  Cak Imin Akan Patah Hati Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

Ditambahkan oleh Ananda Ilham sebagai ketua tim satuan kerja iklim dan lingkungan Rembuk Pemuda Indonesia “Energi tidak terbarukan bukan hanya berdampak pada persepsi internasional dan bisnis soal komitmen kita Indonesia dalam melaksanakan Paris Agreement, tapi juga memiliki dampak kerusakan ekologis di berbagai bekas eksplorasi pertambangan batubara Dampak pertambangan bukan hanya terjadi setelah penambangan itu selesai. Pembukaan lahan di awal juga merusak ekosistem hutan itu sendiri. Seiring berjalannya waktu dampak seperti banjir, longsor, konflik antara hewan dan manusia sudah pasti tidak terelakkan lagi. Belum lagi konflik lahan antara masyarakat setempat dan pihak pengelola yang berujung ke ranah hukum yg berjilid-jilid bahkan sampai adanya korban jiwa, pada intinya tidak akan sebanding terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi pada lingkungan kita”. Pramudia

Komentar Facebook